RENUNGAN
Mazmur 8:3-4
Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Jika kita melihat langit, dimanakah batasnya?
Kita tidak tahu.
Jangankan melihat langit, ketika berada dalam pesawat dan melihat ke luar lewat jendela… kita akan sadar betapa kecilnya kita. Padahal kita itu masih di bumi. Bumi sendiri tidak kelihatan karena begitu kecilnya di alam semesta ini. Dilihat dari dimensi yang besar itu, betapa kecilnya kita.
Apa daya tarik manusia sehingga kita diperhatikan dan diindahkan Allah? Terlebih diselamatkan oleh pengorbanan Kristus. Siapakah kita?
Namun kita bersyukur karena di dalam Yesus Kristus kita diperhatikan Allah, kita diindahkan Allah. Kita mendapat tempat khusus di hati Allah.
Karena kita sungguh diperhatikan oleh Allah, kalau dipikir-pikir dan direnungkan… sesungguhnya apa yang kurang dalam hidup kita?
Yang selalu kurang adalah:
• Kita kurang merasakan kehadiran-Nya dalam diri kita
• Kita kurang taat
• Kita kurang serius merespons kehendak-Nya
• Kita kurang bersyukur
Ya… kita bisa merasakan sendiri apa saja yang terasa masih kurang… dan memang sungguh masih banyak kekurangan kita.
Tapi tak apalah. Tuhan tetap mengasihi kita dengan segala keterbatasan kita. Yang penting adalah dengan menyadari segala kekurangan kita, kita tetap maju ke depan untuk lebih baik.
Tuhan tahu segalanya tentang kita.
Ketika Dia menyelamatkan kita, Tuhan tahu bahwa Dia akan berurusan dengan kita-kita ini yang serba kurang. Tapi Dia sudah memilih dan mengangkat kita menjadi anak-Nya.
Oleh sebab itu sebagai wujud rasa syukur dan kekaguman kita bahwa Dia memperhatikan dan mengindahkan kita yang serba kurang ini, mari kita terus berbenah dan bergerak ke depan.
Kiranya kekaguman kita akan perhatian dan ingatan Allah mendapat sambutan hangat dari kita. Semua itu membuat kita semakin jatuh cinta kepada Dia. Dan jatuh cinta itu akan menjadi kekuatan kita untuk melakukan kehendak dan kerinduan-Nya. Sebab biasanya orang yang jatuh cinta sanggup melakukan hal-hal luar biasa dan tak terduga.
Lakukanlah itu kepada Allah.
Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




