Paling Hina di Antara Segala Orang Kudus

Viewed : 1,391 views

Efesus 3:8
Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu

Ketika kita merasa dan menempatkan diri kita labih baik, atau paling baik dibanding orang lain, hal itu sering merupakan awal hancurnya hubungan baik.

Akibat lain adalah kita tidak dapat menikmati sepenuhnya anugerah Allah, bahkan boleh jadi kita tidak meyakininya, padahal hidup ini semuanya adalah kasih karunia dan semata-mata oleh belas kasih Allah.

Kita belajar dari Rasul Paulus yang dalam pengenalannya akan Kristus, menempatkan dan mengatakan dirinya paling hina.

Mungkin Paulus ingat dan terkenang hidupnya yang dulunya terhilang, namun telah berjumpa dengan Yesus Yang Mulia.

Ketika dia melihat Yesus, dia memandang dirinya rendah dan hina. Sikap inilah menjadi titik tolak dan manjadi dasar, sehingga Paulus dapat dipakai Kristus sepenuhnya menjadi utusan dan duta-Nya.

Janganlah merasa minder dan jangan rendah diri, serta jangan merasa tidak berdaya ketika berhadapan dengan setiap orang di dunia ini. Juga tentunya jangan merasa lebih hebat dan lebih mampu, sebab semua kita sama saja… sama-sama manusia ciptaan Allah.

Akan tetapi ketika kita memandang Tuhan Yesus di dalam hadirat-Nya, marilah kita menundukkan diri dan hati serendah-rendahnya… agar kita dapat meyakini, merasakan, dan menikmati anugerah-Nya yang sungguh amat sangat luar biasa. Kita butuh itu. Itulah dasar yang kuat jika kita mau dan ingin dipakai-Nya menjadi duta-Nya.

Mari kita ikuti teladan Paulus dengan pernyataannya dalam Efesus 3:8.
P u j i T u h a n ! ! !

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menolong kita untuk merendahkan hati di hadapan-Nya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Clker-Free-Vector-Images from Pixabay

Comments

comments