RENUNGAN
Mazmur 37:5-6
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
HAK sering dipersoalkan manusia. Ketika orang merasa haknya diganggu, maka dia bisa marah, menuntut, kecewa dan sebagainya. Hubungan yang tidak baik juga sering terjadi sebagai akibat perasaan hak tak terpenuhi.
Apa hak kita? Adakah hak kita belum terpenuhi?
Terkadang kita malah merasa berhak di hadapan Tuhan. Walau tidak diucapkan, tapi terbersit dalam hati kita bertanya-tanya dan menuntut, “Kok begini Tuhan? Seolah Allah diam… Allah tak berpihak kepada kita.
Betapa sering kita merasa Tuhan tidak adil dan tidak peduli. Kita marah kepada Tuhan. Sementara itu Tuhan tidak bisa kita lihat secara fisik. Kita lampiaskanlah marah kita dengan rasa kecewa di hati dan berakibat:
• jiwa tertekan
• tidak semangat melayani
• emosional
• berbicara ketus
• berdiam saja
• gampang menghakimi orang
• hidup tidak bergairah
• muncul perasaan iri
• kepahitan
• cenderung protes dan mengeritik
• kita akan banding-bandingkan diri dengan orang yang kita merasa mereka lebih beruntung dan lebih berhasil
• keluar aslinya sifat manusia lama kita
• dan sebagainya
Apa yang disebutkan di atas sangat mungkin terjadi walau kita sudah hidup dalam Tuhan. Justru karena kita sudah hidup dalam Tuhan itulah membuat kita merasa berhak. Mudah-mudahan tidaklah ya… tapi mungkin kita… saya… sedang berada dalam posisi dan situasi seperti itu sekarang… ya sekarang !
Para sahabat yang terkasih…
Untuk keluar dari hidup merasa berhak dan keluar dari merasa hak tidak terpenuhi adalah dengan cara hidup berserah dan percaya kepada Tuhan sepenuhnya. Jangan tanggung-tanggung penyerahan kita kepada Allah. Apapun sering yang tanggung-tanggung itu pembawa masalah… ke mana pun tidak.
Mazmur 37: 5-6 di atas berbicara jelas soal penyerahan hidup dan masalah pemberian hak oleh Tuhan. Tuhan tidak diam. Hanya soal waktu dan tempat sajalah. Mungkin kita perlu berpikir ANEH dalam soal ini… mungkin hak itu diberikan Tuhan bukan di sini… di dunia ini, tapi DI SANA… DI SURGA KEKAL… Puji Tuhan !!!
Oleh sebab itu tenang sajalah !
Tak usahlah kita terlalu banyak memikirkan soal hak. Yang perlu kita lakukan adalah tetaplah setia melakukan aktifitas hidup dengan baik dan benar, setia melayani… berhati melayani dan berjiwa hamba. Lakukan tanggung jawab kita dengan baik. Terimalah dengan syukur setiap keadaan kita.
Biarlah menancap kokoh dan kuat dalam hati kita untuk meyakini ALLAH BAIK. Allah peduli kepada kita dengan cara-Nya yang sempurna, bukan dengan cara kita.
Terpujilah Tuhan Bapa yang baik.
Selamat bekerja…
Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin…
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




