RENUNGAN
Yehezkiel 11:19-20
Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,
supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.
Yehezkiel 36:26-27
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Masing-masing dari 2 ayat di atas adalah janji Allah untuk pembaharuan Israel umat pilihan-Nya.
Begitu pentingnya pesan tersebut, sehingga diulang dengan makna yang sama, hanya sedikit berbeda susunan kata-katanya.
Kita sering berbicara soal perubahan: perubahan pola pikir… perubahan mental… perubahan paradigma… perubahan karakter… perubahan suasana… perubahan nasib… ada banyak lagi jenis-jenis perubahan yang kita pikirkan dan sedang lakukan.
Semua perubahan tersebut amat penting dan menarik sebagai topik pembicaraan. Itulah sebabnya kita berusaha dan banyak berdiskusi soal itu.
Tetapi bagi kita yang sangat mendasar adalah perubahan hati. Segala sesuatu perubahan yang lebih baik dimulai dari sini. Perubahan hati adalah TITIK START. Hati yang baru adalah Km 0. Acuan kita dari sini, dimana Allah terlibat langsung… Allah memberi roh baru. Kita menerima roh baru dengan menerima Yesus… lahir kembali… hidup baru.
Apapun yang kita katakan dan definisikan soal pembaharuan… pembaharuan itu berintikan terjadi kehendak Allah. Dengan Allah kita mampu melakukan perubahan dan pembaharuan yang sesungguhnya.
Walau tampak luarnya kita lembut, namun pada dasarnya hati kita keras… mungkin lebih keras dari batu karang. Hati yang keras itu akan menjadi lembut dengan sentuhan kehadiran Allah. Kehadiran Allah memampukan kita melakukan kehendak-Nya dan hidup dalam kehendak-Nya.
Sudahkah kita masuk ke titik Km 0 ? dan berangkat dari Km 0 itu untuk berbicara dan melakukan perubahan dan pembaharuan?
Para sahabat yang kekasih…
• Mungkin kita sudah masuk ke titik Km 0, namun situasi-situsi hidup dapat membuat titik itu bergeser menyimpang. Karena itu perlu ditera terus oleh firman-Nya.
• Atau Km 0 kita redup dan buram sehingga tidak tampak jelas. Sebab itu perlu diterangi kembali oleh firman-Nya.
• Atau kita sudah berupaya keras, tetapi acuannya bukan dari Km 0 itu. Masuklah ke titik Km 0 itu dan lanjutkan perjuangan !
Selamat berjuang
Selamat bekerja…
Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin…
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




