RENUNGAN
Keluaran 10:3
Lalu Musa dan Harun pergi menghadap Firaun dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Berapa lama lagi engkau menolak untuk merendahkan dirimu di hadapan-Ku? Biarkanlah umat-Ku pergi supaya mereka beribadah kepada-Ku.
Musa dan Harun menghadap Firaun untuk mengijinkan bangsa Israel keluar dari Mesir dengan tujuan agar bangsa ini beribadah kepada Tuhan. Memang tujuan tempatnya secara geografis adalah Tanah Kanaan, namun tujuan utama dan sangat mendasar adalah agar bangsa ini memiliki kebebasan untuk menyembah Tuhan.
Kita melihat bahwa secara geografis bangsa ini sudah berdiam di Tanah Perjanjian, yang digambarkan sebagai tanah yang makmur penuh susu dan madu…
Keluaran 3:17
Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Akan tetapi mereka tetap saja secara kebangsaan menghadapi pergumulan dan tantangan. Persoalan mereka belum selesai. Susu dan madu itu tidak cukup. Apalagi mereka menolak Kristus dan masih menantikan mesias yang lain.
Kita pasti memiliki idaman dan cita-cita tersendiri. Kita mengidamkan kemakmuran susu dan madu. Mungkin kita sudah merasa mencapainya. Mungkin pula kita sedang berusaha meraihnya. Atau apakah kita merasa gagal?
Di balik semua perasaan dan presepsi kita, atau orang lain terhadap kita, sesungguhnya tujuan penting Allah atas diri kita adalah agar kita beribadah dan mengenal Dia dengan benar.
Segala capaian yang berhubungan dengan semua impian-impian kita… mungkin itu penting dan raihlah dengan cara benar. Susu dan madu perlu, tetapi jangan sampai lupa hal paling penting dan nomor satu dalam hidup yang hanya sekali saja dalam hidup ini yaitu: pengenalan akan Allah di dalam Kristus Yesus…. beribadahlah kepada-Nya.
Ketika nanti kita menghadap Dia, kita tidak akan ditanyakan berapa banyak susu dan madu sudah kita peroleh, seberapa banyak susu dan madu itu sudah kita nikmati dan seberapa banyak susu dan madu itu kita wariskan. Tetapi di balik susu dan madu itu, sejauh mana kita beribadah kepada-Nya dan sejauh mana kita mengenal Dia.
Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




