Jangan Rusak Diri Dengan Kemalasan

Viewed : 14 views

Amsal 12:27
Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.

Alam memperlihatkan bahwa:
•⁠ ⁠air berhenti lebih cepat membusuk daripada air bergerak,
• kunci yang tak pernah dipakai lebih cepat berkarat,
• mesin yang tak pernah dinyalakan lebih cepat rusak,
• pikiran yang tidak pernah diasah lebih cepat beku,
• perkakas yang tak digunakan dan disimpan dalam lemari akan berdebu,
• tubuh yang tak pernah dilatih dan tidak berolah raga akan lebih cepat kaku dan lebih mudah terkena penyakit.

Hal tersebut di atas menyiratkan bahwa alampun mengajarkan agar manusia jangan berdiam diri. Haruslah tetap ada aktivitas yang seimbang. Terkecuali kalau keadaan tidak memungkinkan, sakit misalnya, tentu jangan dipaksakan.

Jangan terlalu percaya dengan apa yang disebut sebagai kemujuran ataupun keberuntungan. Pada dasarnya keberhasilan apapun dicapai dengan gigih bekerja, bukan dengan berpangku tangan.

Kita harus berdoa dan menyerahkan kepada Tuhan segala usaha kita, tetapi dalam banyak pengalaman ternyata orang yang bekerja sepenuh hatilah yang mendapatkan hasil lebih baik.

Seandainya ada dua orang petani berdoa kepada Tuhan meminta hujan untuk menanam, tentu yang turun ke sawahlah yang akan panen menuai hasilnya.
Orang yang tetap tinggal di rumah dan tetap bersantai tidur, tidak menanam, maka ia tidak akan beroleh apa-apa.

Sebab itu janganlah berhenti. Tetaplah maju meski hanya bisa selangkah demi selangkah. Itu lebih baik daripada tidak bergerak.

Bila kemaren kita berhenti, maka kita tidak akan berada di sini hari ini.
Bila hari ini kita berhenti, bagaimanakah besok?”

Orang malas cenderung lebih senang berkhayal yang indah dan melamun dengan apa yang menarik baginya. Dan begitu sadar dari khayalan dan lamunannya, dia akan kembali menemukan dirinya yang sebenarnya.

Sebaliknya orang rajin akan selalu merancang apa yang baik dan ada saja usaha-usaha yang dilakukannya.

Bekerja bukanlah sekedar untuk meraih sesuatu, tetapi dengan bekerja kita melatih diri dan akan beroleh sesuatu yang baik dan berguna. Kita akan berbahagia. Dengan rajin bekerja, watak kita akan dilatih menjadi lebih baik;
☆ Itulah yang diajarkan oleh alam.
☆ Itulah yang semestinya kita lakukan.
☆ Itulah yang diingatkan oleh penulis Amsal.
☆ Itulah yang disuruh Tuhan kepada kita.

Tuhan tidak akan pernah kalah dalam memberikan berkat-Nya. Dia tidak pernah terlambat memberi apa yang baik bagi yang berdoa dan berusaha. Karena itu janganlah mengeluh. Jangan rusak diri dengan kemalasan.

Teruslah bertekun dan semangat serta rajin bekerja melakukan apa yang baik sebagai tanggungjawab kita.

Marilah kita mulai lagi hari ini dengan doa. Setelah itu mari kita bekerja dengan tekun. Biarlah apa yang kita doakan dan apa yang kita kerjakan hari ini berkenan di hati Tuhan dan mendatangkan faedah bagi kita dan bagi orang banyak.
S e m o g a !

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati pelayanan, usaha, dan pekerjaan kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments