Bagai Manusia yang Tidak Mempunyai Pengertian

Viewed : 15 views

Mazmur 49:20
Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

Dalam sebuah perjalanan, ada truk mengangkut beberapa ekor sapi. Sapi itu dibawa ke rumah potong.

Karena menghadap ke belakang, apakah sapi itu tidak merasa pusing? Apakah sapi-sapi itu senang menikmati perjalanan bagaikan piknik?

Ini mungkin piknik terakhirnya. Sapi-sapi yang lucu akan berakhir hidupnya.

Pemazmur menuturkan dengan lugas dan gamblang bahwa orang yang tampak gemilang dan gagah, tetapi bila tidak berpengertian… dianggap dan dipandang sama dengan sapi-sapi itu. Berakhir dalam kebinasaan.

Kita berterimakasih dan bersyukur sebab kita mengerti dan memahami serta yakin bahwa di dalam Kristus:
☆ kita memiliki nilai yang amat tinggi’
☆ kita telah diselamatkan,
☆ kita telah dibebaskan,
☆ Hutang dosa kita yang tak terbayarkan sudah lunas oleh darah Yesus.

1 Petrus 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Walau kita tidak berada dalam kegemilangan dalam pandangan orang banyak… tidak apa-apa.  Kemuliaan di dalam Kristus dengan kegemilangan dunia ini tidak sama dan jauh berbeda. Kita yang tidak layak ini telah menjadi penuh arti di dalam Kristus.

Sesungguhnya kegemilangan sering merupakan anggapan atau citra saja yang bersifat relatif. Sebaliknya, citra kegemilangan di dalam Kristus bersifat mutlak; dan hal itu sudah dianugerahkan-Nya kepada kita. Karena itu marilah berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan!

Yohanes 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments