2 Timotius 1:14
Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.
Ada seorang anak yang begitu senang mendapat hadiah sepatu kulit dalam perayaan hari ulang tahunnya.
Anak itu memperlakukan sepatunya agak berlebihan. Dipakai atau tidak dipakainya, sepatu itu disemer dan digosok hingga mengkilat setiap hari. Terkadang malah dibersihkannya di tempat cuci piring.
Setelah dibersihkan, dibungkus rapi dan dimasukkannya lagi sepatu itu ke kotaknya layaknya baru dibeli. Lantas disimpan di dalam rak bukunya. Seakan pekerjaan terberatnya adalah merawat sepatu.
Anggota keluarga semua terheran-heran melihat perlakuan anak itu terhadap sepatunya. Tetapi bagi anak itu wajar saja karena bagi dia sepatu itu termasuk harta termahal. Dirawat, dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya.
Apa sesungguhnya harta termahal kita?
Sudahkah kita merawat dan memeliharanya dengan sebaik mungkin?
Harta terindah dan termahal bagi kita sesunggunya adalah iman di dalam Yesus. Sebab itu mari kita pelihara sebaik-baiknya.
Mungkin dan boleh-boleh saja orang merasa berlebihan bagaimana cara kita menjaga dan merawat iman seperti kisah anak yang merawat sepatunya itu. Tetapi memang haruslah begitu! Harus serius dan sungguh-sungguh. Mestinya bagi kita menjaga iman bukan pilihan dan buka sebuah alternatif, tetapi harus!
Dalam susahnya situasi atau senangnya hidup kita, tetaplah jaga dan pelihara iman kita. Janganlah kiranya kesulitan hidup di satu sisi ataupun nikmatnya hidup di sisi lain membuat iman dan keyakinan kendor. Iman jangan melemah.
Untuk menolong kita agar terus bertumbuh dalam iman adalah memiliki sahabat yang senantiasa peduli dengan pertumbuhan iman kita. Carilah teman yang juga sungguh-sungguh hidup dalam imannya. Teladani mereka.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




