Teladan Timotius

Viewed : 18 views

2 Timotius 3:15
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Dari apa yang disampaikan Paulus dalam ayat di atas, kita lihat bahwa sejak kecil Timotius sudah akrab dengan Kitab Suci. Sejak muda Timotius sudah terbiasa mendengar dan membaca firman Tuhan.

Apakah kita sama dengan Timotius?
Apakah sejak kecil kita sudah mengenal dan bertekun belajar firman Allah?

Jawabannya mungkin ya mungkin tidak, atau di antara ya dengan tidak.

Yang penting bukanlah kapan awalnya kita mulai akrab dengan firman Tuhan, akan tetapi terlebih penting adalah apakah kita terus bertekun dan senantiasa rindu kepada firman-Nya. Hal inilah yang menjadi pesan Paulus kepada Timotius dalam ayat sebelumnya dengan mengatakan, 
“Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” (2Timotihs 3:14).

☆ Firman Tuhan yang memberi hikmat, kekuatan dan penghiburan.
☆ Firman Tuhan menuntun kita dalam kebenaran.
☆ Alkitab menjadi referensi kita untuk mengetahui dan meyakini janji-janji Allah.
☆ Allah menyatakan kehendak-Nya melalui Alkitab.

Sebab itu mari kita bertekun mempelajari dan merenungkan firman Tuhan dan melakukannya. Pesan Paulus kepada Timotius adalah juga merupakan pesan bagi setiap anak-anak Tuhan yang rindu setia kepada Allah.

Jangan lewatkan hari-hari kita berlalu tanpa diisi oleh firman-Nya, terutama di pagi hari mengawali aktivitas kita

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments