2 Korintus 4:17
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Jika peluru ditembakkan dengan sebuah senjata, akan terasa senjata tersebut terhentak mundur ke belakang. Semakin besar massa peluru yang ditembakkan, makin besar pula hentakan mundurnya.
Bila peluru yang ditembakkan adalah peluru kosong, maka tidak ada hentakan mundur. Yang ada hanyalah bunyi saja menggelegar. Kelongsong sebagai sampah akan keluar dari senjata.
Hal tersebut sesuai dengan Hukum Kekekalan Momentum bahwa besarnya jumlah momentum sebelum dan setelah tembakan adalah sama.
Hidup kita seumpama senjata itu. Dalam hidup kita berlaku Hukum Kekekalan Momentum. Ada derita, susah, dan hentakan yang kita rasakan dalam memegang teguh keyakinan dan iman kita. Jika ada sesuatu yang indah yang berguna keluar dari diri kita sebagai kesaksian hidup yang baik, maka untuk itu ada harga yang harus dibayar.
Semakin besar seseorang dipakai Tuhan memberi pengaruh yang baik untuk dapat merubah orang, maka semakin besar pulalah hentakan tantangan terasa. Kecuali kalau yang dikeluarkan kesaksian hampa bagaikan peluru kosong dan palsu.
Meski ada hentakan dan tantangan hidup, marilah kita tetap menjadi senjata dengan peluru berisi dan bukan peluru kosong tak berarti.
Selamat bekerja.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.
Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using Gemini




