Sahabat yang terkasih,
“Tidak ada hukum yang menentang hal itu.”
Kalimat tersebut tercantum di dalan surat Galatia 5:22b, Rasul Paulus dalam mengakhiri uraian tentang buah-buah roh.
Jikalau tidak ada hukum yang menentang hal tersebut, maka bisa dipastikan bahwa apa yang dibicarakan oleh Rasul Paulus adalah sesuatu yang lebih mulia dari sebuah hukum. Jikalau hukum adalah sebuah kebenaran tertinggi, tentunya buah Roh tersebut merupakan kebenaran yang lebih mulia dan lebih tinggi dari segala hukum yang ada.
Tidak ada yang menentang, artinya tidak ada yang dapat dipersilahkan dan dituduhkan atau bahkan dicurigai dari buah Roh tersebut. Tidak ada alasan untuk menjadikannya musuh dalam artian yang sebenarnya.
*
Berlawanan dengan buah Roh adalah perbuatan daging. Uniknya dalam Galatia 5:19b-20, disebutkan bahwa dampak dari perbuatan daging akan menghasilkan perselisihan, kegeraman, iri hati, perpecahan dan sebagainya. Jadi sudah otomatis jikalau mengandalkan kedagingan maka hasilnya adalah hal tersebut. Maka jikalau diantara orang percaya dijumpai hal-hal yang dicirikan oleh perbuatan daging tersebut maka sudah sepatutnya kuta curiga, mungkin kita melayani Allah bukan dengan caraNya tetapi dengan cara kita sendiri.
Adalah merupakan ironi jikalau melihat kehidupan orang percaya, ternyata banyak dijumpai pertentangan yang demikian.
Dalam sisi yang positif sebenarnya semakin menunjukkan bahwa kita adalah seorang berdosa yang mendapat kasih karunia Allah dan sudah seharusnya bertumbuh dalam kedewasaan yang semakin besar, sehingga dengan kerendahan hati berani mengakui bahwa dirinya tidak dapat diandalkan, kecualu Allah. Dalam sisi yang negatif hal ini semakin menunjukkan bahwa betapa kita sering berperang dalam medan yang salah, karena akhirnya yang menjadi “musuh” adalah menjadi saudara kita sendiri.
Membayangkan keadaan demikian maka sudah sepatutnya kita harus memeriksa diri sendiri; apakah benar kita sedang bertumbuh dan melayani Allah dengan sikap hati yang mengandalkan Tuhan atau dengan cara kita sendiri.
*
Buah merupakan hasil suatu proses. Ia bukanlah hanya sekedar motif, keinginan, perasaan, atau pemikiran tetapi sudah mewujud di dalan hiduo kita. Ia tidak hanya sekedar kata-kata tetapi suatu hal yang hidup dalam diri seseorang. Dan itulah cara kerja Allah dalam memulai pelayananNya, yaitu melalui pembaruan diri kita terlebih dahulu untuk menjadi tempat yang lapang bagi Allah untuk bekerja di dalam hidup kita dan menghasilkan buah kebenaran tersebut.
Dunia akan melihat bahwa kehidupan orang percaya yang saling mengasihi merupakan kehidupan yang menarik untuk diikuti. Kesaksian hidup menjadi sesuatu yang mengalir dari kehidupan ini.
Ajaibnya adalah, buah tersebut adalah karena karya Roh yang hidup di dalam diri kita. Jikalau demikian keadaannya maka berdasarkan kasih karunia Nya saja seharusnya kita hisup, dimana Kristus semakin nyata hidup di dalam diri kita, dan diri kita semakin kecil, supaya semakin nyata kemuliaanNya.
Jikalau buah Roh tersebut semakin melimpah, maka alangkah indahnya kehidupan orang-orang percaya di dunia ini.
Bukankah itu tanda-tanda ajaib bagi dunia ini?
Salam
Teja – 1/7/2019
![]() |
Teja adalah suami dari Titin, ayah dari Kasih dan Anugrah. |




