Lukas 19:5-9
Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham”
Seandainya rumah kita dikunjungi oleh seorang tokoh terkenal, terhormat, dan terpandang; pastilah kita sangat senang meski kita merasa tidak layak karena sadar siapa yang datang.
Begitulah pengalaman Zakheus yang begitu senang dan bersukacita menerima kunjungan Yesus menumpang di rumahnya. Tadinya dia hanya sekedar ingin tahu dan mau melihat Yesus dengan memanjat pohon ara sebab tubuhnya ada keterbatasannya.
Sementara itu, di sisi lain banyak orang keberatan atas kunjungan Yesus ke tempat Zakheus karena mereka tahu siapa Zakheus.
Orang banyak mencap Zakheus sebagai pendosa dan tidak pantas dikunjungi Yesus. Namun Yesus menyatakan kasih-Nya kepada Zakheus. Rencana Yesus tidak bergantung kepada apa kata dan pendapat serta opini orang banyak tentang siapa Zakheus.
Perjumpaan Zakheus dengan Yesus membuat perubahan besar terjadi dalam diri Zakheus. Zakheus bertobat. Pandangan Zakheus berubah terhadap apa yang dia miliki. Dia menjadi pribadi yang bermurah hati. Zakheus mau berbagi. Terjadi pertobatan dalam hidup Zakheus. Karena itu penting untuk dicatat apa kata Yesus tentang keluarga Zakheus. Tuhan Yesus berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini.”
Bagi kita… mungkin sudah lama kita mengetahui dan merasa mengenal Yesus. Tetapi pertanyaan penting adalah: “Sudahkah kita mengalami perjumpaan pribadi dengan Dia?”
Pertanyaan selanjutnya: “Perubahan-perubahan apa yang telah dan sedang serta akan terjadi dalam diri kita sebagai buah dari perjumpaan pribadi kita dengan Yesus?”
Marilah kita dengan sukacita menyambut Dia dan alamilah perjumpaan pribadi dengan Dia. Setelah itu hendaklah Dia membuat perubahan atas hidup kita. Taatlah dalam proses perubahan itu, sehingga terbentuklah sikap dan perilaku kita sesuai kehendak-Nya.
Sebagaimana janji keselamatan Tuhan terhadap Zakheus dan seisi rumahnya, maka janji keselamatan yang sama dari Tuhan terjadi atas diri kita dan seisi rumah kita. Jangan sia-siakan dan jangan abaikan kasih-Nya. Terima dan sambutlah Dia!
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani dalam profesi dan dalam seluruh tanggung jawab kita.
Tuhan memberkati senantiasa. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using Gemini Pro




