Ingat Ujung Hidup, Cermati Standar Hidup, & Maknai Arti Hidup

Viewed : 473 views

Efesus 5:15
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.

Dari ayat di atas, rasul Paulus mengingatkan agar kita memperhatikan hidup dengan teliti dan cermat. Kita peduli dan cermat akan perjalanan hidup kita. Sayang sekali bila hidup kita berlalu begitu saja dalam ketidakpastian tanpa tujuan.

Yang perlu dipikirkan adalah ujung hidup kita. Hidup di dunia ini ada ujungnya, ada batasnya. Kita tidak tahu kapan, dimana dan apa penyebab sehingga akhirnya selesailah hidup yang singkat ini…game over. Hidup ini harus kita siapkan sedini mungkin sebelum sampai ke titik akhir.

Berikutnya yang mestinya kita cermati adapah standar hidup. Kita bebas memilih dan menentukan standar hidup kita masing-masing. Ada banyak orang tertekan dengan standar hidupnya yang terlalu tinggi melebihi apa yang dia mampu lakukan. Ada orang yang seakan menjaga martabatnya dengan menaikkan gaya hidup, sehingga hidup jadi susah dan rumit.

Seterunya yang tidak boleh diabaikan adalah arti dan makna hidup. Untuk apa kita hidup? Pertanyaan ini mestinya muncul dan harus kita jawab. Itu yang akan memberi semangat dan memotivasi kita untuk memiliki kinerja yang baik dalam semua aktivitas hidup.

Mari kita memperhatikan dengan saksama bagaimana kita hidup. Ingat ujung hidup, cermati standar hidup, dan maknai arti hidup. Kita bersyukur karena kita dimampukan melakukannya bila kita hidup di dalam Yesus Kristus… bila kita bertumbuh menjadi murid Yesus yang setia melakukan apa yang diamanatkan-Nya.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using GPT-4o on Bing Image Creator

Comments

comments