Orang Percaya Bagaikan Kumpulan Alat Musik

Viewed : 502 views

Efesus 4:3
”Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikat-an damai sejahtera, satu tubuh dan satu Roh, sebagai-mana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu ”

Jika dibandingkan antara piano dengan gitar, akan terasa perbedaan fungsi, warna suara dan cara memainkannya. Piano tidak harus sama dan memang tidak sama suaranya dengan gitar dan sebaliknya. Yang penting adalah keselarasannya. Bila beberapa alat musik dimainkan dengan serasi, akan terdengar lagu yang indah, merdu, bahkan menyentuh hati.

Bila dalam suatu orkestra beberapa alat musik dimainkan sembarangan tanpa nada dan not yang tak jelas, apalagi masing-masing alat musik dimainkan dengan lagu yang berbeda pada saat yang sama dan di tempat yang sama, akan kedengaran musik yang tidak karuan dan sangat mengganggu pendengaran.

Seorang konduktor sangat berperan mengarahkan kapan sebuah alat musik harus dimainkan dan bagaimana dinamika dan temponya. Orang yang memainkan alat musik harus taat kepada sang konduktor dan tak boleh asik sendiri dan jangan bermain sesukanya meskipun dia ahli.

Kita orang yang telah percaya kepada Tuhan bagaikan kumpulan alat musik. Kita beragam dalam latar belakang, kedudukan, pemikiran, talenta dan sebagainya. Dalam hal tersebut Tuhan memimpin manusia dengan Roh-Nya agar setiap manusia yang berbeda dapat menjalankan perannya masing-masing dalam keselarasan dan harmoni. Oleh karena itu harus ada irama dan harmoni kehidupan kita.

Hendaklah masing-masing kita menjadi diri kita seutuhnya dan tidak harus menjadi orang lain, karena yang penting bukanlah kesamaan tetapi kebersamaan dalam keberagaman. Dengan demikian kita dapat mewujudkan panggilan Allah atas hidup kita masing-masing.

Dengar-dengaran dan taatlah kepada firman-Nya yang telah mempersatukan kita dan peliharalah kesatuan itu.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas
Selamat melayani.

Tuhan mempersatukan kita dan Dia akan terus memberkati dan menyertai kita dengan rahmat-Nya. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments