Orkestrasi Hidup yang Kita Jalani

Viewed : 376 views

Efesus 4:3-6
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Walau lagunya sama, jika diperbandingkan biola dengan gitar; terasa perbedaan warna suara dan berbeda cara memainkannya. Meskipun biola tidak sama jenis suaranya dengan gitar, tetapi yang penting adalah akan tercipta harmoni bila ahlinya memainkannya dengan selaras. Bila beberapa alat musik dimainkan dengan serasi, terdengarlah lagu yang menyentuh hati.

Bayangkanlah dalam suatu orkestra, beberapa alat musik dimainkan oleh orang sembarangan tanpa nada dan not yang tak jelas. Telinga sakit mendengarkannya. Juga misalnya masing-masing alat musik dimainkan dengan lagu yang berbeda pada saat yang sama dan di tempat yang sama, maka akan terdengar musik tidak karuan. Sangat mengganggu pendengaran.

Dalam orkestra, seorang konduktor sangat penting. Dia berperan mengarahkan kapan sebuah alat musik harus dimainkan dan bagaimana temponya. Pemain musiknya harus taat kepada sang konduktor. Tidak boleh asik sendiri dan jangan bermain sesukanya meskipun dia pintar dan piawai.

Maknanya…
Kita anak-anak Tuhan bagaikan sekumpulan alat musik. Kita memiliki beragam latar belakang yang berbeda: suku, kedudukan, pola pikir, talenta dan sebagainya. Dalam hal tersebut, Tuhan memimpin kita dengan Roh-Nya agar kita yang berbeda ini dapat melakukan perannya masing-masing dalam keharmonisan. Oleh karena itu harus ada kesehatian agar tercipta harmoni di antara kita.

Hendaklah masing-masing kita mejadi diri kita seutuhnya dan tidak harus menjadi orang lain. Yang penting bukanlah kesamaan tetapi kebersamaan dalam keberagaman kita untuk mewujudkan panggilan Allah atas hidup kita masing-masing.

Berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera, satu tubuh dan satu Roh. Mari kita taat kepada pimpinan-Nya yang telah mempersatukan kita. Peliharalah kebersamaan kita. Mari kita patuh kepada Tuhan Yesus sebagai KONDUKTOR dalam orkestra hidup yang kita jalani. Dengan demikian nyanyian hidup kita sedap dan merdu didengar orang.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai kita dengan rahmat-Nya yang besar. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments