Makanan Jiwa Kita Yaitu Melakukan Kehendak Allah

Viewed : 810 views

Yohanes 4:34
Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Setiap hari kita rutin menikmati makanan pokok kita. Ada nasi, roti, daging, sayur, telur, air, susu, dan sebagainya. Dulu diajarkan kita memakan makanan: Empat Sehat dan Lima Sempurna. Sering itu dibuat sebagai hiasan dinding sekaligus untuk mengingatkan kita akan pentingnya makanan bermutu agar kita sehat dan kuat.

Sudahkan sehat dan sempurna apa yang masuk ke dalam tubuh kita?

Setiap orang akan terus makan jika masih hidup. Kalau sudah berakhir hidupnya, barulah dia sudah selesai dengan aktifitas makan.

Tuhan Yesus berkata bahwa makanan-Nya melakukan kehendak Bapa-Nya dan menyelesaikannya.

Apakah kita merasa bahwa selain makanan jasmani, ada kebutuhan kita akan makanan rohani, yaitu melakukan kehendak Allah?

Apakah kita menyelesaikan dengan tuntas apa yang disuruh Tuhan untuk dikerjakan sebagai tanggung jawab hidup kita?

Apakah kita akan merasa puas dalan hidup ini dengan sebuah ukuran dan patokan bahwa kita telah tuntas dengan apa yang Tuhan suruh untuk kita lakukan?

Seharusnyalah kita puas dalam hidup ini bukanlah sekedar karena mencapai apa hasrat hati, tetapi penting direnungkan sejauh mana hidup didedikasikan melakukan apa yang bermakna seperti apa yang Tuhan mau.

Sebagaimana makanan jasmani menjadi kebutuhan yang berguna untuk menyehatkan dan menguatkan fisik kita, maka biarlah kita juga disehatkan dan dikuatkan oleh makanan jiwa kita, yaitu melakukan kehendak Allah.

Melakukan kehendak Allah serta hidup dalam pekerjaan-Nya adalah gizi rohani kita. Nikmatilah itu dengan teratur.

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan menguatkan kita dengan gizi rohani melakukan kehendak-Nya. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments