Yesaya 42:10-11
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!”
Bila kita melihat dan menilai hasil, capaian, prestasi serta kinerja kita, boleh jadi akan ada yang membesarkan hati dan ada yang kurang memuaskan seakan menciutkan hati. Ada yang sesuai harapan, dan ada yang mengecewakan di luar dugaan. Tak selamanya rencana dan hitungan-hitungan kita terpenuhi.
Bagaimanapun keadaan kita, selalu kita diingatkan untuk mengarahkan hati dan pikiran kepada Tuhan. Dengan demikian, kita dapat menguasai diri dan terpelihara suasana hati. Hal ini akan membuat kita tetap semangat maju ke depan.
Dalam semua keadaan, mari kita menaikkan syukur mengangkat pujian dan menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan. Syair dan kata-kata serta judul lagu kita mungkin masih sama dengan kemaren. Bahkan kita tidak pandai bernyanyi. Suara kita tidak merdu. Akan tetapi dengan hati tulus serta semangat penyembahan kepada Tuhan, semua itu akan terasa merdu di hadapan-Nya.
Dengan memuji-muji Tuhan, hati kita akan terangkat dan diliputi penuh damai. Dengan berkenannya Tuhan atas nyanyian kita dan atas hidup kita, maka semua persoalan dan beban hidup akan terangkat. Percayalah bahwa semua keadaan kita baik-baik saja bersama Tuhan.
Mari bersemangat memuji-muji Tuhan selagi masih ada waktu dan kesempatan. Mari bernyanyi bukan hanya sekedar dari suara dengan nada merdu saja, tetapi nyanyian kita adalah nyanyian baru yang keluar dari hati untuk menyentuh hati Allah.
Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using Llama 4 on Meta AI




