Kita Tidak Mungkin Berjalan Sendiri Tanpa Melibatkan Tuhan

Viewed : 391 views

Amsal 21:2
Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

Ketika melewati jalan tol, kita merasa jalan yang dilewati lurus-lurus saja, namun kalau dilihat di peta jalannya ada belok-beloknya juga.

Begitupun juga dengan jalan hidup yang kita tempuh, kita sering merasa apa yang kita lakukan dalam hidup ini sudah baik dan benar. Kita sering berpatokan kepada apa yang kita pikir baik.

Kita sering berkompromi dengan kesalahan-kesalahan yang dirasa biasa-biasa saja. Padahal kesalahan tersebut dalam jangka panjang dapat berakibat buruk.

Agar terhindar dari akibat buruk dari keputusan kita yang tidak tepat, maka:
•⁠ ⁠kita perlu berdoa untuk dengar-dengaran akan suara Tuhan,
•⁠ ⁠kita perlu memahami kehendak Tuhan dengan berpedoman kepada firman-Nya yang tertulis, sebab kehendak-Nya tidak mungkin bertentangan dengan firman-Nya,
•⁠ ⁠kita perlu belajar dan terbuka kepada nasihat orang yang berpengalaman, terlebih dari orang-orang yang takut akan Tuhan.

Siapapun kita, kita tidak mungkin berjalan sendiri menurut pandangan kita tanpa melibatkan Tuhan.

Kita juga butuh orang-orang di sekitar kita dan kita juga dibutuhkan mereka untuk saling melengkapi. Mari kita terbuka kepada Tuhan, dan berilah diri kita diperkaya oleh orang-orang yang mengasihi Tuhan dalam hidupnya.

Selamat bekerja.
Selamat belajar.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Llama 4 on Meta AI

Comments

comments