Yohanes 7:38
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”
Makhluk hidup di dunia ini, terlebih manusia, tidak bisa hidup tanpa air. Air termasuk kebutuhan utama kita untuk hidup. Sebagian besar komponen tubuh kita adalah air. Sebab itu air sangatlah berperan penting.
Setelah selesai hidup di dunia ini, akan ada kehidupan baru. Untuk itu kita juga butuh AIR. AIR itu adalah AIR HIDUP. Untuk itu, sejak sekarang kita harus menerima dan berada di dalam AIR HIDUP itu… menerima Kristus dan hidup di dalam Dia.
Kita tidak hanya terdaftar sebagai pemeluk agama saja. Tidak hanya tampak memenuhi aturan agama. Kita tidak hanya merasa aman dengan memiliki status beragama. Diri kita sungguh perlu dibasuh oleh AIR HIDUP itu.
Apapun status orang di dunia ini, jika mau hidupnya berlanjut bahagia di dalam kekekalan, dia butuh AIR HIDUP.
Karena begitu vitalnya AIR HIDUP itu, maka perlu disalurkan dan dialirkan. Perlu pipa. Dalam hal ini, setiap orang yang percaya kepada Yesus dan menerima-Nya adalah merupakan pipa yang mengalirkan AIR HIDUP itu.
Mari kita menjadi pipa yang dipakai Tuhan sebagai saksi-Nya agar sebanyak mungkin orang percaya dan menerima Yesus. Menerima AIR HIDUP.
Kita berdoa dan berharap agar setiap orang percaya terus dipakai Tuhan menjadi pipa dan sarana untuk mengalirnya AIR HIDUP. Itulah harapan dan kerinduan Allah, sehingga tergenapi apa kata Yesus, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”
Marilah kita penuhi itu.
Selamat bekerja.
Selamat belajar.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati, menyertai, dan memimpin kita menjadi pipa aliran AIR HIDUP. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using Llama 3.2 on Meta AI




