460. Synopsis

Viewed : 340 views

Narasi mirip-mirip dengan kisah pemberontakan malaikat yang diuraikan dalam Kejadian 6:1-4, 2 Petrus 2:4, dan Yudas 1:6 juga terdapat di beberapa literatur Yahudi dari intertestamental period. So, cerita-cerita tentang pemberontakan malaikat di era antediluvium cukup umum dikenal di kalangan literasi Yahudi di era ini.

Dikisahkan, setidaknya ada satu malaikat yang bertindak di luar komando. Ia mengambil langkah semberono dengan melampaui batas-batas yang telah ditetapkan dan turun ke dunia. Konon, tindakannya ini didorong oleh inisiatif pribadi, dengan maksud untuk memperbaiki kekacauan yang melanda kehidupan umat manusia.

Bertindak di luar perintah, malaikat-malaikat itu merasa percaya diri dengan pengetahuan mereka untuk memberi arah. Mereka mulai mengajarkan ilmu-ilmu terlarang, forbidden knowledge, kepada manusia. Awalnya, niat mereka adalah untuk membantu. Namun, begitu mereka melewati batas dan hidup dalam tubuh fisik, segalanya berubah. Berinteraksi dengan manusia, ternyata mereka tidak mampu menahan godaannya!

Ketika jumlah manusia di bumi terus bertambah, mereka juga melahirkan anak-anak perempuan. Anak-anak Allah melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, jadi mereka memilih perempuan-perempuan mana pun yang mereka sukai untuk dijadikan istri. (Kejadian 6:1-2 AYT)

Apakah itu maksud dari frasa anak-anak Allah melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik? Cantik-cantik? Dalam kalimat ini terselip nuansa godaan dengan penggunaan kata melihat! Dorongan yang begitu kuat dari hidup dalam darah dan daging, kemungkinan besar, itulah yang membuat mereka mengambil istri sesuka hati.

Narasi dari literatur intertestamental period, 1 Enoch, menceriterakan ulang kisah drama Kejadian 6 di atas. Namun menambah beberapa penekanan akan pilihan sendiri untuk memuaskan nafsu daging mereka. Bukankah isu ini yang diungkapkan rasul Petrus (2 Petrus 2:6,7) dengan mensejajarkannya dengan peristiwa Sodom dan Gemorah?

Dan ketika anak-anak manusia telah berkembang biak, pada waktu itu, lahirlah anak-anak perempuan yang cantik dan menarik. Dan para Watchers, anak-anak dari surga, melihat mereka dan menginginkan mereka, dan mereka berkata kepada satu sama lain: ‘Mari, marilah kita memilih istri dari antara anak-anak perempuan manusia dan memperanakkan anak-anak.’ (1Enoch 6:1,2)

Begitu pula yang digambarkan rasul Yudas (1:6-8). Sebagaimana kejadian Sodom dan Gemorah yang berkaitan dengan percabulan dan menuruti hawa nafsu kedagingan, demikianlah peristiwa drama Kejadian 6 menurut 1 Enoch. Bukan hanya itu, malaikat itu juga mengajak konco-konconya untuk melakukan pemberontakan bersama-sama.

Disamping kesejajaran kejatuhan para malaikat dengan kisah Sodom dan Gomorah, rasul Petrus lebih jauh mengkaitkannya dengan prilaku guru-guru palsu (2 Petrus 2:1-4). Pengajaran ilmu yang menyimpang yang dikuasai hawa nafsu (2 Petrus 2:2; Yudas 1:8).

Sama halnya dengan drama di Kejadian 6:1-4, makhluk sorgawi yang melewati batas yang ditentukan (Yudas 1:6), membelot dari tugas sebagai penjaga/ pengawas, watcher. Lalu, sebagai guru palsu mengajarkan forbidden knowledge. Bukan hanya itu, mereka juga menghina dan menghujat otoritas YHWH (2 Petrus 2:9-11), yang malaikat pun tidak berani melakukannya! (Yudas 1:8-10).

Dengan demikian, ke empat ayat dari Kejadian 6 merupakan semacam synopsis, ringkasan ataupun gambaran singkat akan apa yang terjadi dengan pemberontakan para malaikat. Detail kisahnya bertebaran di bagian lain Alkitab (khususnya 2 Petrus dan Yudas) dan di sumber-sumber non-kanonik dari literatur intertestamental period.

Sama halnya dengan akibat the first rebellion yang dampaknya kematian memasuki alam manusia, bertahan hingga sekarang hingga masa yang akan datang. Tidak akan hilang, hingga Mesias kembali datang. Demikian pula akibat dari the second rebellion, hanya lebih parah!

The Second Rebellion mempercepat kerusakan moral, sosial, dan spiritual manusia. Hal ini mengakibatkan kehancuran global melalui air bah. Nephilum dan keturunan selanjutnya akan selalu menjadi seteru utama umat YHWH, mulai dari bangsa Israel hingga pengikut Kristus. Pertempuran bukan melawan darah dan daging.

Sejatinya, Puan dan Tuan hidup dalam medan perang! Ayo, kenakan seluruh perlengkapan perang, musuh dari kemarin-kemarin sudah siap menghadang! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments