Cara Menjadi Orang yang Bijaksana

Viewed : 369 views

Matius 7:24
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Berbahagialah bila kedua telinga kita masih baik. Dengan demikian kita masih bisa mendengar apa yang dikatakan orang. Kita masih bisa mengikuti percakapan dengan orang di sekitar kita. Kita dapat mendengar dan menikmati nyanyian dan musik.

Namun bagaimana dengan telinga hati kita?
Apakah masih berfungsi dengan baik?
Apakah kita masih peka mendengar suara-Nya?

Kita dapat belajar sesuatu dan meningkatkan kemampuan dalam hal-hal postif bila telinga hati kita terbuka lebar-lebar terhadap kebenaran firmsn Tuhan. Hendaklah telinga fisik dan telinga hati kita siap dan mampu mendengar suara Tuhan melalui firman-Nya. Suara Tuhan melalui Firman-Nya semestinyalah kita dengar dengan tekun dan perhatikan dengan baik.

Keyakinan dan iman kita bertumbuh semakin dewasa dengan cara senantiasa rindu dan tertarik mendengar sabda-Nya. Firman Tuhan adalah pupuk iman.

Tentu tidak sekedar mendengar saja, tetapi dengan kekuatan dari Tuhan, mari kita melakukan bagian kita melakukan firman-Nya.

Kiranya mendengarkan suara Tuhan melalui firman-Nya menjadi kesukaan kita. Sebab itu itu kita berdoa agar kerinduan mendengar Firman-Nya menjadi kebiasaan dan gaya hidup kita.

Jika seorang anak mau membuka telinga terhadap suara dan perintah ayah dan ibunya, maka si anak akan menjadi berkenan dalam hari orang tuanya. Dengan gambaran ini, apakah kita ingin berkenan di hadapan Tuhan? Jika iya, maka tetaplah buka telinga fisik dan telinga hati kepada suara-Nya, sebab Firman-Nya adalah SUMBER AIR HIDUP.

Sabda Kristus, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.”

Mari kita menjadi bagian dari orang-orang bijaksana dengan mendengar dan melakukan firman-Nya.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa.Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Llama 3.2 on Meta AI

Comments

comments