Makin Dilarang, Makin Luas Memberitakannya

Viewed : 366 views

Markus 7:36
Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga.” Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya.

Membaca ayat di atas, ada orang yang bertanya mengapa Yesus melarang orang-orang menceritakan peristiwa ketika Yesus menyembuhkan seorang buta dan gagap.

Mungkin kita menjawab supaya lebih lancar apa yang akan dilakukan Yesus, sebab banyak orang belum percaya dan mereka akan melawan, sehingga terganggulah apa yang mau dilakukan Yesus. Belum waktunya.

Tetapi dari sisi lain, kita diajak merenungkan apa yang dilakukan oleh orang yang melihat apa yang dilakukan Yesus, terlebih orang yang disembuhkan. Betapa beratnya beban orang buta dan gagap itu. Sudah sekian lama dia menderita. Begitu dia sembuh, beban itupun lepas. Dia merasa lega dan bermegah. Apa yang dirasakannya tak terbendung lagi untuk diceritakan.

Bayangkan bila kita menerima sesuatu yang sangat berharga, hadiah misalnya. Kita rasanya tidak tahan berdiam diri. Akan antusias menceritakannya kepada siapapun. Betapa riang dan senangnya hati.

Kita telah menerima apa yang sangat berharga, yaitu keselamatan jiwa kita di dalam Kristus. Tidak ada apapun yang dapat menjadi bandingannya. Tak patut dibandingkan dengan apapun yang kita rasa memilikinya, sehingga:
• apakah kita menceritakan dan menyaksikannya?, atau
• apakah kita diam saja?, padahal Tuhan Yesus menyuruh kita untuk menyaksikannya.

Kisah Para Rasul 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Selamat Hari Minggu.
Selamat Beribadah.

Tuhan Yesus Kristus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by diana.grytsku on Freepik

Comments

comments