Tidak Memandang Muka

Viewed : 466 views

Yakobus 2:1
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

Sering sekali manusia merendahkan sesamanya, apalagi jika dirasa bahwa sesamanya itu tidak membawa manfaat apa-apa.

Orang sering dihargai dan dihormati jika masih dapat memberi keuntungan. Namun begitu sudah tak dibutuhkan lagi, cenderung dilupakan dan diabaikan.

Sifat alami manusia sering melihat dan membeda-bedakan orang berdasarkan sejauh mana orang itu memberi manfaat dan keuntungan. Manusia sering bertindak kerdil dengan berpihak kepada manusia yang memiliki sesuatu yang dibutuhkan.

Orang yang nampaknya tak berpotensi dan tidak memenuhi harapan, cenderung tidak diperhatikan sebagaimana layaknya. Sering ada pilih kasih dan memihak kepada siapa yang ”punya” dan tidak menghiraukan orang yang ”tak punya”.

Allah tidaklah demikian. Allah tidak berpihak dan senantiasa mengasihi setiap manusia karena semua manusia adalah ciptaan-Nya.

Sebagai anak Tuhan, marilah kita belajar memiliki sifat Allah; yaitu memandang manusia sejajar dengan kita dan berilah penghargaan yang pantas dan rasa simpati apapun latar belakangnya. Sebagaimana Yakobus katakan, mari kita hidup dengan tidak memandang muka. Kiranya kita dimampukan melihat orang seperti Tuhan melihat.

Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by jcomp on Freepik

Comments

comments