Melayani Bukan Untuk Dilayani

Viewed : 728 views

Matius 20:28
Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Citra diri yang baik bukanlah semata-mata didasarkan atas penilaian manusia, tetapi penilaian dari Tuhan. Jati diri tidak terletak pada sekedar penghargaan yang diterima, tetapi dari kesaksian hidup yang baik.

Yesus berkata bahwa Dia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi manusia. Inilah JATI DIRI AGUNG yang ada pada Yesus.

Jati diri berhubungan dengan sikap hati dan kerelaan untuk berkorban dan sangat jauh dari keinginan untuk dihargai berlebihan.

Bila ada keinginan untuk memiliki jati diri yang baik, maka hendaklah setiap hal yang dikerjakan, dipandang sebagai sebuah kesempatan yang baik untuk memuliakan Tuhan.

Walau sulit diterima dan sukar untuk dilakukan … setiap hal yang dikerjakan merupakan kesempatan untuk membantu orang lain agar mereka menjadi lebih baik, karena inilah arti dari hidup bermakna. Untuk itu perlu untuk terus belajar merendahkan hati.

Hidup bermakna adalah hidup yang didedikasikan melayani orang lain, bukan berfokus kepada diri sendiri. Menjadi terbesar dalam pandangan Tuhan adalah kerelaan hati untuk melayani.

Lukas 22:26
Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.

Karena itu, biarlah setiap hal yang dikerjakan, apapun itu; semua bagi kita adalah sebagai pelayanan dan menabur benih yang baik yang kelak akan dituai buahnya. Hidup kita dari Tuhan dan untuk Tuhan.

Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun- Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Freepik

Comments

comments