Amsal 20:13
Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin, bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang.
Tidur adalah kebutuhan. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas membuat kita sehat. Pulih segala keletihan dan timbul semangat baru setelah bangun.
Tetapi ayat di atas penulis Amsal katakan jangan menyukai tidur. Kata menyukai tidur di sini dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk santai-santai saja. Tidak produktif. Tidak bergairah untuk menghasilkan sesuatu yang berguna untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk orang lain.
Kita disuruh membuka mata. Dengan membuka mata kita dapat melihat. Kita dalam posisi sadar. Dengan membuka mata, kita memahami apa yang sedang terjadi. Bahkan kita dapat memperkirakan apa yang bakal terjadi. Dalam dunia usaha, orang yang membuka mata dapat melihat peluang dan memanfaatkannya. Ini tentu sangat baik dan perlu. Lakukan!
Sebagai anak Tuhan, kita tidak cukup hanya buka mata fisik saja, tapi juga harus buka mata rohani untuk dapat melihat rencana Tuhan atas hidup kita. Kita dapat berjaga-jaga dan mencermati keadaan sekeliling kita, sehingga kita menjadi lebih bijak untuk berbuat dan waspada menghindari apa yang tak berkenan kepada-Nya.
Dengan membuka mata rohani, kita diberi kepekaan untuk menilai terhadap apa yang baik untuk dilakukan, dan apa yang buruk untuk dijauhi. Kitapun dapat semangat untuk hidup melayani dan terus berkontribusi dalam perluasan Kerajaan Allah di dunia ini.
Mari buka mata sejelas-jelasnya untuk melakukan apa yang baik sebagai karya hidup. Biarlah hari inipun kita maksimal bekerja dan produktif serta berbuat terbaik dalam usaha dan pekerjaan kita. Bahkan bagi yang sibuk bekerja untuk urusan rumah, tetap mengabdikan diri bagi keluarganya.
Sejalan dengan itu, kita juga terus tetap produktif secara rohani untuk melayani. Hati kita tetap hangat terpaut terus dengan rencana-Nya. Paling tidak… ada doa kita yang berhubungan dengan perluasan Kerajaan-Nya.
Selamat beraktifitas.
Selamat berkarya.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by benzoix on Freepik




