Tunggu Tanggal Mainnya!

Viewed : 395 views

Keluaran 5:22-23
Lalu Musa kembali menghadap TUHAN, katanya: “Tuhan, mengapakah Kauperlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kauutus?
Sebab sejak aku pergi menghadap Firaun untuk berbicara atas nama-Mu, dengan jahat diperlakukannya umat ini, dan Engkau tidak melepaskan umat-Mu sama sekali.”

Tantangan awal langsung dialami Musa ketika dia menghadap Firaun untuk meminta agar bangsanya diijinkan untuk meninggalkan Mesir untuk beribadah kepada Tuhan.

Bangsa Israel diperberat pekerjaannya, dimana jerami sebagai bahan dasar membuat batu bata tidak diberikan lagi… harus dicari sendiri, tetapi jumlah batu bata yang dibuat tidak boleh kurang. Kerja paksa diperberat.

Akibatnya Musa dan Harun dibenci oleh bangsanya sendiri, dengan berkata, “Kiranya TUHAN memperhatikan perbuatanmu dan menghukumkan kamu, karena kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk membunuh kami.” (Keluaran 5:21).

Tentu ini berat. Serasa mereka dibenci amat sangat. Dituduh dan dihakimi oleh bangsa sendiri.

Tidak ada pilihan bagi Musa selain melapor kepada Tuhan dan menunjukkan penyesalannya. Seolah Tuhan salah rencana… salah strategi… salah pilih orang.

Tapi tentu ini awal… belum selesai! Kita melihat selanjutnya bagaimana Tuhan menunjukkan kasih dan kuasa-Nya kepada Musa dan Harun… kepada bangsa Israel. Ibarat bahasa sekarang: tunggu tanggal mainnya!

Kita juga mungkin sering mengalami hal yang sama. Ketika kita hidup sesuai dengan kehendak Allah… ketika kita masuk dalam rencana Tuhan… ketika kita melakukan apa yang disuruh Tuhan… kita mengalami tantangan dan pergumulan berat. Datangnya tantangan tidak saja dari luar sana, bahkan dari kaum kita sendiripun bisa.

Untuk itu kita perlu belajar kepada apa yang Tuhan lakukan untuk umat-Nya. Walau sulit… teruslah! Jangan pernah berhenti dan jangan pernah menyesal untuk melakukan kehendak-Nya.

Taat saja kepada Tuhan Yesus dan ikut Dia. Setia kepada Kristus. Biarlah kitapun berkata kepada diri sendiri terhadap janji Tuhan, “Tunggu tanggal mainnya!

Tuhan Yesus… ajar, tolong, dan kuatkan aku yang lemah dan rapuh ini untuk tetap setia dan taat ikut Engkau menjadi murid-Mu! Itu seruanku. Amin.”

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menolong dan menyertai kita untuk tetap setia kepada Dia. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Brooke Lark on Unsplash

Comments

comments