April 2021, aku melontarkan pertanyaan kepada Tuhan. “Apakah Engkau bercanda atas kehidupanku Tuhan?”
Pertanyaan ini muncul karena saat itu aku sangat kebingungan. Ada dua situasi yang bertolak belakang kualami saat itu.
Situasi pertama, aku diinfo sama atasan kontrakku yang akan berakhir bulan Mei gak bisa diperpanjang. Sebelumnya dibilang bahwa posisiku masih aman. Tapi, alasan terbaru bahwa cabang mau berhemat diambil keputusan kontrak yang akan berakhir dalam waktu dekat tidak akan diperpanjang semua.
Situasi kedua, saat itu Alumni Muda Nav lagi buat podcast. Salah satu topiknya mengenai Quarter Life Crisis. Dan aku menjadi penulis untuk topik ini.
Inilah situasi membuatku bertanya kepada Tuhan. Bagaimana caranya aku berpikir jernih memberikan motivasi dan saran keluar dari krisis untuk komunitas Alumni Muda, sedangkan aku sendiri sedang mengalami krisis yang jawabannya masih sangat membingungkan?
Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Aku mendapat jawaban atas kebingunganku. Ternyata aku lupa bahwa, aku ini ciptaan Allah dalam Kristus Yesus. Tuhan sudah mempersiapkan pekerjaan baik untukku ternyata. Persiapannya memang diluar nalar manusia. Aku berpikir lagi selera humornya Tuhan memang berbeda 😄. “Okelah Tuhan, aku ngikut saja” Begitulah akhirnya kupikirkan.
Satu hal lagi aku belajar tentang timing yang tepat dari Tuhan. Memulai usaha bakery, memasarkan pertama kali, branding, masuk komunitas, ikut kompetisi bisnis dan hal-hal lainnya membuat kami takjub dan semakin memuji dan memuliakan Tuhan. Kami sepakat bahwa Tuhan menambahkan level kami secara perlahan.
Cara kami mendapatkan customer saat ini sepenuhnya campur tangan Tuhan. Terkadang kami dibuat bingung. Pernah seharian kami keliling untuk cari customer ke beberapa kantin rumah sakit dan hasilnya semua menolak. Tester yang kami bawa mereka gak mau terima 😅. Saat kami lagi di rumah, datang ibu-ibu mau coba produk kami. Dan dia suka. Ternyata dia mau jual di kantin rumah sakit. Inilah menjadi salah satu customer prioritas kami sampai sekarang. Situasi ini juga kalau dipikirkan diluar nalar juga 😁.
Situasi terakhir yang sangat luar biasa saat Ribka membawa Memori Cake Bali ikut kompetisi bisnis. Proses pertama dari lebih 1000an peserta lolos menjadi 120 peserta ke tahap inkubasi selama sebulan. Puji Tuhan, lolos ke 26 besar. Ribka sangat hebat dan aku sangat bangga atas perjuangannya. Dari sini kami semakin optimis Memori Cake Bali siap naik kelas. Dan ini di April 2023, kami mendapatkan situasi yang berbeda dari dua tahun lalu.
Aku jadi berpikir lagi. Apakah Tuhan bercanda dalam kehidupanku? Ya gak apa-apa juga. Mungkin selera humorku yang kurang 🤣.
Tuhan memberkati.
Denpasar, 270423
<<======= ENGLISH =======>>
Are You Joking, God?
In April 2021, I asked a question for God. “Are You joking with my life, God?”
I give that question because at the time I was very confused. There were two contrasting situations at that time.
The first situation was when my boss informed me about contract for my job, which was the company supposed to end the contract in May. Previously, he was told my position still secure. But the latest reason was that the branch wanted to save money, and the decision the contracts that would end soon would not be extended at all.
The second situation was when Alumni Muda Nav was making a podcast. One of the topics was about the “Quarter Life Crisis,” and I became the writer for this topic.
This situation made me ask God. How could I think clearly to give motivation and advice to the Alumni Muda community to get out of the crisis while I myself was a confusing survive for the crisis?
Ephesians 2:10
For we are his workmanship, created in Christ Jesus unto good works, which God hath before ordained that we should walk in them.
I got the answer. I forgot that I am God’s creation in Christ Jesus. God had prepared good works for me. The preparation was beyond human reason. I thought again that God’s sense of humor is indeed different 😄. “Okay God, I’ll just follow,” that’s what I finally thought.
One more thing I learned about God’s perfect timing. Starting a bakery business, marketing for the first time, branding, joining a community, participating in a business competition, and other things made us amazed and more praise and glorify God. We agreed that God gradually added to our level.
How we get customers now is entirely God’s intervention. Sometimes we are confused. Once we spent the whole day going around looking for customers at several hospital canteens, and the result was all rejection. The testers we brought didn’t want to accept 😅.
When we were at home, one person came to try our product. And she liked it. It turned out that she wanted to sell it at the hospital canteen. This became one of our priority customers until now. This situation, when thought about, is also beyond human reason 😁.
The last situation was very extraordinary when Ribka brought Memori Cake Bali to participate in a business competition. The first process of more than a thousand participants passed to become 120 participants in the incubation stage for a month. Thank God, Ribka goes to the top 26. Ribka is very great, and I am very proud for Ribka. From here, we became more optimistic that Memori Cake Bali was ready to level up. And this is in April 2023.
I’m starting to think again. “Is God joking in my life?” Well, it’s okay. Maybe my sense of humor is lacking 🤣.
God bless.
Denpasar, 270423
![]() |
Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami. |
Photo by Ben White on Unsplash


