Jika Tuhan Membisu

Viewed : 662 views

Mazmur 28:1
Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur.

Pernahkah kita merasa orang yang semestinya mengasihi dan perhatian kepada kita; tidak peduli kepada kita? Kita serasa diabaikan dan didiamkan.

Tentu saja perasaan kita tidak nyaman dan terganggu dalam situasi seperti itu. Kita gelisah dan ingin situasi seperti itu segera berakhir. Ingin hubungan baik pulih kembali.

Daud berseru agar Tuhan tidak berdiam diri terhadap dirinya Bila Tuhan membisu, Daud serasa mati. Seakan dia akan masuk kuburan. Tak berdaya apa-apa.

Kita yang sudah menerima Kristus juga mungkin pernah merasakan seperti Daud. Kita merasa Tuhan jauh dan tak peduli dengan kita. Adanya perasaan seperti itu bisa terjadi kapan saja. Boleh jadi mungkin saat inipun kita berada dalam posisi seperti itu.

Sesungguhnya Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Itu janji-Nya.

Bila perasaan ditinggalkan Tuhan muncul, mungkin disebabkan ada dosa tersembunyi yang tidak / belum kita akui. Mungkin juga kita dalam situasi sulit; apa yang diinginkan belum diperoleh; seolah jalan buntu sedang dihadapi; ada hambatan menghadang. Orang-orang sekitar kita seolah tak bersahabat. Mereka seakan menjauh. Atau juga kondisi fisik kita sedang tidak baik; ada penyakit. Dan sebagainya.

Mari kita lihat diri kita. Andaikan ada kesalahan kita di hadapan Tuhan, mari kita akui di hadapan-Nya dan mari berubah.

Tentang keinginan yang belum diraih… bersabarlah! Tetaplah berharap kepada Tuhan dan lakukan yang terbaik untuk dapat memperoleh apa yang dirindukan. Bekerja keras kuncinya! Jangan malas! Bertekun!

Bina terus hubungan baik dengan semua orang, walau terkadang sulit untuk yang satu ini. Terlebih bila pernah merasa disakiti dan kepahitan dengan orang-orang tertentu. Minta kekuatan khusus dari Tuhan untuk bebas dari perasaan seperti itu.

Mari jaga kesehatan fisik kita. Ini amat penting. Lakukan apa yang baik demi perawatan tubuh kita sebagai rumah Tuhan. Biarlah dengan kesehatan baik kita malakukan perkerjaan kita dengan serius… dengan hati.

Selebihnya ingat selalu firman Tuhan dari Filipi 4:4-7, yang berkata: Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Jaclyn Moy on Unsplash

Comments

comments