Melakukan Kehendak Dia

Viewed : 1,069 views

Mazmur 25:5
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

Orang normal dan sehat pasti suka makanan lezat. Bagi yang memiliki uang cukup banyak, mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang demi makanan sedap. Bahkan dalam acara TVpun banyak ditayangkan promosi tempat dan jenis makanan yang mengundang selera untuk menarik perhatian banyak orang.

Makanan apa yang paling enak?
Tentu bergantung kepada orangnya.

Terlepas dari makanan enak atau tidak enak, tetapi memang semua manusia membutuhkan makanan karena energi dan kekuatan fisik diperoleh melalui makanan.

Bila tidak teratur makan, tubuh manusia akan dapat terkena penyakit, dan bila tidak makan dalam waktu tertentu, maka manusia dapat meninggal. Pola makan yang benar akan membuat tubuh manusia sehat. Bila melalaikan makan, tubuh menjadi rentan terhadap penyakit.

Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 4:34, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

Ayat ini menunjukkan betapa Yesus patuh kepada Allah Bapa. Yesus mengumpamakan ketaatan kepada Allah seperti kegiatan ”makan”. Ini berarti bahwa melakukan kehendak Allah, diserupakan dengan makan, sehingga kita beroleh kekuatan.

Kekuatan akan diperoleh bagi siapa saja yang melakukan kehendak Allah. Hidup akan benar-benar menjadi hidup yang menarik dan berarti bila diisi dengan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah.

Bila tidak taat dan tidak patuh kepada Allah, membuat tubuh kita bagaikan seonggok daging pembungkus tulang yang digerakkan oleh ”bukan Tuhan”. Kepatuhan dan ketaatan kepada Yesus menunjukkan cinta kita yang sejati kepada-Nya.

Ada sebuah kerajaan kecil, dimana di dalamnya banyak orang-orang yang hidup berbakti dan mematuhi setiap aturan rajanya. Meski mereka diupah sangat kecil dan hidup sederhana, namun mereka rela mengabdi sepenuh hati dan tidak mau keluar dari kerajaan.

Alasan mereka sederahana sekali; ”cinta terhadap rajanya”. Mereka meyakini rajanya bukan manusia biasa. Apapun alasannnya tidaklah menjadi masalah, yang jelas mereka patuh. Mereka ingin mengabdikan diri kepada raja.

Tuhan Yesus adalah Raja di atas segala raja dan Dia adalah Tuhan di atas segala tuan. Karena itu, sudahkah kita memberi respons kepada Yesus dengan sesungguhnya dalam bentuk ketaatan dan kepatuhan kepada Dia?

Sudahkah ketaatan dan kepatuhan kepada Yesus menjadi sesuatu yang nyata dalam hidup kita dan merupakan ”makanan” bagi kita ?
S e m o g a !

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Alex Shute on Unsplash

Comments

comments