Mempersembahkan Tubuh Sebagai Ibadah Sejati Kepada Allah

Viewed : 958 views

Filipi 4:13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Ketika Allah selesai mencipta, maka Allah sungguh puas dan Dia melihat bahwa semua ciptaan-Nya sungguh amat baik dan sempurna (Kejadian 1:31).

Manusia menjadi citra dan gambar Allah yang sempurna. Allah menciptakan manusia agar melalui manusia kemuliaan Allah dinyatakan.

Akan tetapi manusia yang menjadi citra Allah rusak karena dosa. Manusia sebagai citra dan peta Allah telah ternoda.

Allah berkehendak mengembalikan manusia kepada citranya semula.

Pertama-tama adalah membebaskan manusia dari status berdosa menjadi manusia baru. Hal ini hanya mungkin dengan anugerah pengampunan oleh darah Yesus.

Selanjutnya adalah merubah sifat / karakter manusia lama yang telah rusak akibat dosa menjadi sifat manusia baru. Ini adalah suatu proses seumur hidup tanpa henti.

Hanya dengan menjadi ciptaan baru disertai karakter yang baik manusia dapat menyatakan kasih dan kemuliaan Allah.

Hanya dengan ketaatan dan penyerahan totalitas kepada Allah, sifat manusia lama dapat berubah menjadi sifat manusia baru. Untuk itu harus bersedia membayar harga. Harus rela dibentuk meski terkadang menyakitkan, sebab:
• Ada keinginan kedagingan dan selera yang harus dibuang
• Ada kebiasaan-kebiasaan baru yang baik yang harus dilakukan meski berat.
• Ada disiplin rohani yang harus dijalani dan ditaati.

Semua ini dirangkum dengan kata mempersembahkan tubuh sebagai ibadah sejati kepada Allah.

Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Beberapa bagian penting dari tubuh yang harus diperhatikan agar berkemenangan adalah:
• Pikiran: apa yang senantiasa masuk dalam pikiran dan apa yang dipikirkan akan membentuk sifat dan kepribadian. Manusia cenderung menjadi seperti yang dia pikirkan
• Telinga dan mata: apa yang didengar dan apa yang dilihat akan masuk ke dalam pikiran melalui mata dan telinga.
• Mulut / lidah: Ucapan menggambarkan kepribadian. Karena itu kendalikanlah lidah senantiasa. Berkata-katalah untuk membangun diri sendiri dan membangun orang lain.
• Tangan dan kaki: Aktifitas manusia untuk bergerak dan bekerja akan banyak menggunakan tangan dan kaki. Karena itu pergunakanlah tangan dan kaki untuk berbuat sesuatu bagi kemuliaan Allah.

Mungkin rasanya berat, dan betapa banyak kita jatuh bangun untuk mewujudkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup kepada Allah. Namun tetaplah semangat. Tuhan akan menolong dan memberi kemampuan bagi kita untuk melakukannya.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Luis Quintero from Pexels

Comments

comments