Janganlah Gelisah

Viewed : 542 views

Yohanes 14:1
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Alkisah seorang kakek berusia 90 tahun…

Dia memiliki semangat tinggi dan percaya diri. Dia selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 6 pagi.

Rambutnya diatur rapi meski matanya sudah kabur untuk melihat. Istrinya telah meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo.

Ketika diantar ke panti, setelah menunggu dengan sabar selama beberapa saat di lobi, dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.

Ketika berjalan mengikuti petunjuk petugas panti masuk kamarnya, dia diberitahu bahwa kamarnya kecil.

“Saya menyukainya!”, katanya dengan antusias.

Petugas berkata, “Pak, Bapak belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut”.

Kakek itu menjawab, “Tidak ada masalah!. Kebahagiaan bagiku adalah sesuatu yang diputuskan di awal. Aku sudah memutuskan menyukai kamarku. Itu adalah keputusanku tadi pagi. Apakah aku akan menyukai kamarku tidak tergantung dari ukuran dan bagaimana perabotannya diatur, tapi bagaimana aku dapat mengatur pikiranku.”

Kakek itu berkata lagi, ”Setiap pagi ketika aku bangun tidur”. Aku punya satu pilihan dari dua hal:
• aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur memikirkan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhku yang tidak berfungsi lagi,
• atau aku turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian tubuhku yang masih berfungsi”.

Bijaksana sekali perkataan kakek itu.

Sahabat…
Setiap hari adalah hadiah dan anugerah Tuhan bagi kita. Karena itu, selama masih bernafas, biarlah kita memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kita alami di masa lalu.

Umur adalah bagaikan simpanan di bank. Kita akan mengambil dari apa yang telah kita simpan. Jadi simpanlah sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.

Waktu cepat berlalu, dan semakin hari semakin cepat saja rasanya waktu ini ngebut!

Bersyukurlah bila Tuhan masih mengijinkan kita hidup hari ini. Berharap besokpun masih. Lebih bersyukur lagi karena kita dianugerahkan-Nya untuk mengenal Dia di dalam Kristus kekasih jiwa kita.

Mari memutuskan untuk meyakini bahwa tahun inipun akan dapat kita tempuh dengan penuh rahmat bersama Kristus.

Perkataan Tuhan Yesus dalam ayat di atas mengingatkan kita untuk tidak gelisah. Kita tetap tenang hati sebab percaya kepada Allah di dalam Kristus.

Mari kita tidak terpaku melihat hidup dari sisi ketidakberhasilan, tetapi lihatlah dari sisi dimana Tuhan telah, sedang dan akan memberkati kita.
T e r p u j i l a h T u h a n.

Selamat beraktivitas.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Aubree Herrick on Unsplash

Comments

comments