Mazmur 34:8; 43:5
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Dalam sebuah fragmen kecil, dikisahkan iblis membuat iklan menawarkan alat-alat kerjanya dengan harga murah. Alat-alat kerjanya itu dipajang dalam sebuah pameran.
Alat-alatnya itu berupa: iri hati, tidak tahu berterima kasih, tidak hormat kepada orang lain, iri hati, dengki, malas, dendam, dan masih banyak yang lain. Dagangannya laris manis.
Di antara alat-alat iblis itu, ada sebuah alat yang agak mahal meski telah aus karena mungkin sering dipakai. Alat yang agak mahal itu adalah putus asa.
Pengunjung bertanya mengapa alat putus asa tersebut lebih mahal padahal sudah aus.
Iblis itu berkata bahwa alat putus asa tersebut merupakan alat yang paling ampuh dan mudah dipakai dan alat itu yang sering dipakai. Banyak peminat.
Dengan bangganya iblis berkata, ”Banyak manusia tidak tahu bahwa alat putus asa itu milikku yang sering kupakai untuk menjerat mereka, agar manusia hilang pengharapannya. Dengan alat putus asa aku mudah sekali memasuki hati manusia. Begitu aku berhasil masuk ke dalam hati manusia, aku segera mudah mengendalikan mereka dan mereka kuajak berbuat sesuka hatiku. Dengan demikian mereka akan semakin jauh dari Tuhan yang mereka percayai dan segera dapat kurebut hatinya!”
Sahabat…
Apakah kita termasuk salah satu dari manusia yang dimaksudkan iblis itu?
Apakah kita begitu mudah berputus asa dan cenderung menyalahkan Allah di tengah-tengah rasa kecewa?
Semoga tidak!
Dengan rasa kecewa yang berkepanjangan, sungguh banyak manusia dikendalikan oleh pikirannya yang singkat dan dapat berbuat hal-hal yang tak terduga melawan kehendak Tuhan bahkan dapat berbuat nekad.
Lawan dan kalahkanlah iblis dengan senjata putus asanya itu dengan senjata Allah bernama IMAN dan PENGHARAPAN.
Pengharapan yang teguh akan mendekatkan kita dengan Tuhan.
Pengharapan dapat menuntun kita kepada kesabaran dan rasa syukur di tengah-tengah situasi apapun.
Sesulit apapun situasi kita saat ini, tetaplah arahkan hati kepada Allah dan berharaplah kepada-Nya.
Allah tidak akan pernah mengecewakan kita walaupun jalan-Nya sering terasa sulit untuk dimengerti.
Kita butuh waktu untuk melihat dan merasakan kebaikan Allah. Oleh karena itu tetaplah setia dan ikutlah jalan-Nya.
Berjalanlah beserta Kristus!
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!.
P U J I T U H A N !
Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Tuhah Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Rendy Novantino on Unsplash




