Allah yang Pencemburu

Viewed : 513 views

2 Raja-raja 18:3-4
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.
Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan.

Raja Hizkia melakukan apa yang baik dan benar di mata Tuhan. Dia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan tugu-tugu berhala.

Pasca kebesaran raja Salomo, salah satu kekejian yang sangat dibenci Tuhan yang dilakukan oleh raja-raja Israel dan Yehuda adalah ketika mereka berpaling kepada berhala. Hal ini sangat mendukakan hati Tuhan.

Belajar dari hal itu, marilah kita mengutamakan Allah dalam hidup ini. Dia yang utama. Jangan sampai ada sesuatu apapun yang membuat kita menjadikan Dia bukan NOMOR SATU dalam hidup ini.

Matius 22:37-38
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Allah yang kita sembah di dalam Kristus adalah Allah yang cemburu bila hati kita tidak melekat kepada-Nya. Kecemburuan-Nya justru membuat kita aman dan nyaman, sebab hanya di dalam Dia saja ada keselamatan. Di dalam kasih-Nya saja kita damai dan jiwa kita tenang.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Motoki Tonn on Unsplash

Comments

comments