Naaman dan Elisa

Viewed : 1,009 views

2 Raja-raja 5:11-12
Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?” Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.

Panglima Naaman ingin sembuh. Dalam proses kesembuhan itu, dia membayangkan suatu ritual dimana Elisa akan melakukan rangkaian acara yang heboh menakjubkan.

Namun berbeda apa yang dilakukan Elisa. Sederhana saja tanpa ritual yang heboh dan tidak rumit. Elisa menyuruh Naaman mandi di sungai Yordan. Bahkan Elisa tidak menemuinya, dia menyampaikan pesan melalui suruhannya.

Karena terlalu sederhana apa yang disuruh lakukan dan juga Elisa tidak mau bertemu, mungkin panglima Naaman sebagai seorang pejabat tinggi merasa dilecehkan dan tersinggung panas hati. Naaman seakan lupa bahwa tujuannya adalah kesembuhan, bukan soal bagaimana caranya dia akan disembuhkan.

Kita juga sering mengalami seperti Naaman dalam menjalani hidup ini. Kita memikirkan dengan cara kita Tuhan menuntun dan menolong kita. Akibatnya ketika bukan seperti cara jalan pikiran kita apa yang terjadi, kita menjadi kecewa dan marah.

Mari kita meyakini bahwa meski jalan hidup kita tidak seperti apa yang kita pikirkan, dan tidak seperti apa yang kita bayangkan, Tuhan tetap menyertai kita.

Tuhan memiliki banyak solusi atas hidup kita. Kita saja yang sering sulit memahami solusi yang terbaik bagi kita.

Oleh sebab itu mari kita tetap melakukan apa yang terbaik dan hidup berserah dan taat kepada Allah Bapa yang penuh kasih dan rahmat. Tuhan akan bertindak dengan cara-Nya untuk dan demi kebaikan kita.
Puji Tuhan!

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments