Hidup di Dalam Yesus

Viewed : 1,626 views

Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.

Air yang mengalir dalam sebuah sungai, makin ke tengah alirannya makin deras dan kencang. Kecepatannya bergantung kepada perbedaan tekanan dan adanya faktor gesekan… gesekan antara sesama molekul air. Dapat diturunkan rumusan kecepatan air tersebut, dimana memang di bagian tengah memiliki kecepatan maksimum.

Air yang berada di tepi, ada tambahan gesekan yaitu gesekan antara air dengan pinggiran sungai yang membuat aliran air semakin perlahan.

Bila di luar sungai dan menumpuk di satu tempat, air akan berhenti sama sekali karena selain faktor gesekan, juga tidak ada arah aliran dan tidak ada daya dorong. Air tersebut dapat habis karena menguap ke udara.

Kehidupan manusia dapat diumpamakan seperti aliran sungai. Aliran sungai itu diibaratkan sebagai hidup di dalam Yesus. Apabila seseorang hidup semakin dekat dengan Kristus, itu artinya dia semakin berada di tengah sungai dan dia akan semakin deras mengalir.

Mengalir di sini dimaksudkan sebagai melakukan kebenaran dan melakukan apa yang baik sesuai kehendak Allah. Bila hidup semakin dekat dengan Yesus, meski gesekan banyak, tetapi hidup di dalam Yesus sebagai kekuatan iman dan daya dorong akan mengalahkan semua tantangan dan hambatan yang ada.

Sebaliknya bila orang semakin ke tepi, akan terasa semakin sulit untuk melakukan kehendak Tuhan karena hambatan dan tantangan hidup terasa besar dan kekuatan iman yang mendorong lemah.

Kondisi ekstrimnya adalah bila hidup di luar Yesus atau orang yang meninggalkan Yesus dan menyembah allah lain, maka orang tersebut berada dalam posisi STOP!. Lama-lama orang seperti itu akan terhilang seperti air yang menguap.

Bagaikan alirang sungai tersebut, cermati dan lihatlah hidup kita berada di mana?
Apakah berada di luar, di tepi atau di tengah sungai ?

Bila berada di luar sungai, masuklah ke dalam aliran air dengan cara BERTOBAT dan TERIMALAH YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamat sacara pribadi.

Bila berada di tepi sungai, bergeserlah semakin ke tengah agar kita mengalami aliran hidup yang semakin kencang di dalam Kristus.

Bila kita berada di tengah sungai, tetaplah di situ. Biarlah tangan-Nya yang kuat memegang dan memelihara aliran hidup kita.

Sahabat…
Mari kita BERADA semakin ke tengah agar kita semakin dekat dengan Kristus supaya kehendak-Nya semakin nyata dan semakin sempurna terwujud dalam hidup kita.

Biarlah seperti kerinduan rasul Paulus yang mengatakan, ”Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya”… menjadi kerinduan kita bersama.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita untuk tetap berada di tengah aliran air sungai hidup. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Hardebeck Media from Pixabay

Comments

comments