Ibrani 13:6
Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
Dalam suatu pertemuan, seorang pemimpin berkata bahwa di antara pegawainya, yang paling disayangi adalah para pengawalnya. Karena itu dia sering memberi perhatian khusus dan dalam waktu-waktu tertentu diberikan bonus-bonus kerja sebagai wujud penghargaan.
Tentu ada alasan mengapa dia berkata seperti itu, karena keamanan sangatlah penting.
Terkadang demi keamanan dan kenyamanan, orang mau mengeluarkan usaha dan dana yang besar, misalnya membuat alat-alat pengaman maupun menyewa orang lain sebagai tenaga pengamanan.
Di manakah atau kepada siapakah kemanan hidup ini kita letakkan?
Beda orang, beda pula cara dan prinsipnya.
Ada yang meletakkan keamanan hidupnya bergantung sepenuhnya kepada manusia. Ada yang bergantung kepada akal dan pikirannya. Bahkan tidak sedikit orang yang bergantung kepada kuasa-kuasa gelap.
Pernah bertemu dengan seseorang yang mengaku secara terbuka bahwa dalam tubuhnya (dalam lidahnya) ditanam beberapa potongan logam yang diberikan oleh ”orang sakti”.
Dalam pengakuannya dia berkata bahwa logam tersebut membuat dia merasa aman dan percaya diri dalam berhadapan dengan siapapun. Logam dalam lidahnya mampu menolong dia berbicara lancar. Perkataannya disegani dan dituruti oleh orang lain.
Kehadirannya selalu disambut, disegani dan dihormati. Dia yakin tak akan bisa diganggu. Usahanya akan lancar dan dia merasa beruntung. Tentu hal ini adalah keamanan dan kenyamanan palsu, karena sesuatu yang berasal dari iblis pasti berakhir dengan malapetaka dan maut.
Keamanan dan pertolongan yang sejati dan kekal hanyalah berasal dari Tuhan saja. Meski kita sering merasa seolah Dia tak mengerti kita dan seolah Dia begitu jauh, hal itu hanyalah perasaan kita saja.
Allah tak pernah berhenti dan tak pernah merasa bosan untuk melindungi dan menjaga kita. Tuhan tidak pernah beristirahat dan tak pernah tertidur. Tuhan tak pernah lalai menjaga kita.
Allah selalu memperhatikan kita. Dia sungguh mengasihi kita lebih daripada apa yang kita pikirkan. Justru yang sering terjadi adalah sebaliknya; dalam ketakmengertian dan kekuatiran, kitalah yang lupa akan Dia dan kurang mempercayai-Nya serta meninggalkan jalan-Nya.
Yakinlah, bahwa bersama Tuhan, kita selalu aman dan akan merasakan damai dalam setiap situasi.
Tuhan menjaga, menolong dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Zachary Olson on Unsplash




