Duta Kristus

Viewed : 2,006 views

Amos 7:12-17
Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: “Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan.”
Jawab Amos kepada Amazia: “Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel. Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak. Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.”

Meskipun nabi Amos dilarang dan mendapat tantangan dari raja Amazia untuk diam dan tidak lagi menyuarakan suara Tuhan, tetapi dia tidak takut. Amos tetap patuh menyampaikan kehendak Allah yang telah menyuruhnya pergi menyampaikan pesan-Nya.

Orang yang telah menerima Kristus adalah duta Kristus di dunia ini dimanapun dia berada.

Duta Kristus artinya adalah orang yang melakukan dan menyuarakan kehendak Kristus. Dalam situasi sulitpun dia taat kepada kemauan dan keinginan Tuhan.

Meskipun situasi sukar dan keadaan sering tidak mendukung, tetapi hendaklah kita tetap berlaku sebagai murid dan saksi Kristus. Kita diingatkan untuk menyampaikan kebenaran. Dalam hal ini tentu yang pertama adalah kita sendiri harus hidup dalam kebenaran yang kita yakini, walau memang kitapun bergumul untuk itu.

Dalam kondisi apapun, DIA menyuruh kita memberitakan kabar baik tentang kasih dan pengampunan Tuhan kepada dunia ini agar orang menjadi percaya dan bertobat.

Marilah kita senantiasa mengingat peran kita dalam panggilan hidup yang berbeda-beda. Biarlah hikmat Tuhan memimpin kita untuk bersikap, berkata-kata dan bertindak sebagai duta-Nya.

Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Robert Koorenny on Unsplash

Comments

comments