Cukupkanlah Dirimu

Viewed : 1,525 views

Ibrani13:5
”Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ’Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.’”

Ada seorang penghuni apartemen yang selalu membungkus mobilnya sehingga tidak diketahui jenis apa mobilnya itu.

Suatu hari ketahuanlah bahwa mobilnya itu bermerk terkenal, model terbaru dan harganya luar biasa mahalnya.

Menyetirnyapun dia selalu stress dan kaku karena takut lecet terkena kendaraan lain yang berpapasan di jalan.

Karena begitu setiap hari, akhirnya mobilnya itu dijual dan diganti dengan mobil yang lebih sederhana dan murah. Dengan mobil itu, dia sekarang dapat lebih rileks dan santai di jalan.

Begitulah sering gambaran orang-orang tertentu. Dia membeli sesuatu yang mahal namun manfaatnya tidak seberapa.

Kita sering merasa bahwa martabat dan harga diri terletak kepada barang dan merasa status akan naik kalau punya kita lebih banyak.

Akibatnya pikiranpun terarah selalu ke situ… ke banyak uang untuk membeli kemewahan Penghasilan yang lumayanpun sering tidak cukup jadinya.

Mari menikmati hidup lebih berkualitas dengan cara merubah pola pikir. Kita dapat hidup dengan mengoptimalkan kesanggupan yang Tuhan beri tanpa harus mematok orang lain sebagai ukuran hidup kita.

Hindarilah perasaan bersaing dengan kemewahan orang lain. Biarlah hidup sederhana dan takut akan Tuhan tertanam dalam hati dan pikiran kita. Itulah yang penting untuk membawa kebahagiaan sejati.

Berbicara soal uang sering menjadi masalah yang sensitif. Masing-masing kita memiliki pandangan yang berbeda. Akan tetapi persoalan kita sering sama, yaitu tidak dapat mengelola uang dengan bijak. Begitu ada uang lebih dari biasanya, langsung dihabiskan membeli hal-hal yang sebenarnya bukan kebutuhan pokok.

Sejumlah uang yang cukup besar digunakan membeli barang atau apa saja yang nilainya cukup mahal, tetapi kegunaannya hampir tidak ada, atau belumlah mendesak perlu.

Sering kita tergoda dan tergiur memiliki sesuatu yang sebetulnya kalaupun tidak ada tidaklah masalah. Akibatnya uang yang banyakpun menjadi tidak cukup, kita selalu saja seolah kekurangan.

Kalau saja uang dapat diatur dengan baik dan bijak, sedikitpun bisa cukup bahkan bisa berlebih dan dapat digunakan untuk hal yang positif.

Di tengah-tengah keadaan saat ini, mari kita lebih memperhatikan dengan cermat keuangan kita.

Janganlah menjadi hamba uang kata penulis kitab Ibrani, tetapi biarlah kita dapat mencukupkan diri dengan mengelola secara bijaksana apa yang diberikan Tuhan.

Dengan demikian kita dapat menikmati hidup dan hatipun selalu bersyukur kepada Allah yang telah memberikan apa yang dititipkan-Nya kepada kita. Tuhan akan senantiasa beserta kita. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.

Tuhan memberkati. Kiranya Dia mencukupkan segala apa yang kita perlu. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Mohamad Trilaksono from Pixabay

Comments

comments