Persiapkanlah Jalan Untuk Tuhan

Viewed : 865 views

Matius 3:3-4 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”
Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Nyentrik, unik, dan terasa aneh, namun menarik. Begitu mungkin pikiran kita tentang apa yang dipakai dan dimakan oleh Yohanes Pembabtis.

Akan tetapi Yohanes adalah orang yang istimewa. Kedatangannya dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Yohanes berseru-seru mewartakan kedatangan Kristus.

Tentu yang lebih istimewa lagi adalah; Yohanes membabtis Kristus… luar biasa perannya.

Tentu kita tidak perlu seperti Yohanes Pembabtis dalam soal pakaian dan makanan.

Mungkin karena situasi hidup yang kurang memungkinkan, kita hanyalah mampu berpakaian seadanya dan mengkonsumsi yang sederhana saja. Tidak apa-apa.. jangan merasa rendah!

Atau kita “beruntung” diberi Tuhan rejeki melimpah dan posisi kita sangat baik dalam pekerjaan.
Tetaplah rendah hati!

Semua baik…

Yang penting, teladan Yohanes Pembabtis mengajak kita memeriksa diri:
• Apakah hidup kita mewartakan Kerajaan Allah?
• Apakah kehidupan kita membuat orang tertarik kepada Kristus?
• Apakah hidup kita memberi pengaruh positif agar orang berubah dan bertumbuh dalam takut dan hormat akan Allah?

Sahabat…, mari kita merelakan dan memberi diri sesuai peran kita, apapun itu, untuk sungguh-sungguh dipakai oleh Tuhan menjadi bagian dari kumpulan orang-orang yang mewartakan Kerajaan Allah dimanapun kita berada. Begitu semestinya kita!

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

TuhanYesus menjaga dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Cuyahoga from Pixabay

Comments

comments