Lukas 17:6
Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”
Ada kisah seorang anak kecil yang tekun mendengar cerita guru sekolah minggunya yang mengisahkan ayat di atas di gereja.
Setelah sampai di rumah, si anak itu dengan polosnya berdoa agar gundukan tanah di belakang rumahnya dipindahkan Tuhan. Sebab dia ingin sekali melihat pemandangan di balik gundukan itu yang sangat indah.
Beberapa waktu anak itu berdoa tanpa henti. Tak lama setelah itu, ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk meratakan tanah itu. Galian tanahnya dibawa dan ditimbun di sebuah tempat. Artinya apa yang diharapkan anak kecil itu terpenuhi.
Kejadian seperti kisah ini bisa saja terjadi dalam berbagai bentuk. Tetapi tentu bagi kita tidaklah harus seperti pengalaman anak itu kita alami sebagai bukti kita beriman. Kalau memang bisa seperti itu, kita akan berdoa meminta agar gunung yang terus-terusan meletus dipindahkan Tuhan segera. Tuhan pasti sanggup. Tapi ke mana Tuhan akan pindahkan?
Iman yang besar bukan sekedar pindah-memindahkan gunung sebagai bukti. Kita bisa artikan bahwa yang pindah dan diratakan adalah gunung-gunung masalah kita.
Dalam hidup kita ada banyak gunung-gunung pergumulan yang rumit. Pertolongan Tuhan dapat membuat kita mampu menghadapi gunung-gunung rintangan hidup yang menjulang tinggi. Iman seperti inilah sebetulnya kita harus pelihara. Iman seperti ini bukanlah soal dimensi besar, tetapi lebih kepada kualitas iman yang benar di hadapan Tuhan.
Biarlah kita tidak sekedar mengukur seberapa besar iman kita, dan jangan mengukur seberapa besar iman orang lain, tetapi mari kita renungkan apakah iman kita benar dan semakin bertumbuh di hadapan Allah?
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai kita untuk tetap memiliki iman yang besar dan benar. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Gerd Altmann from Pixabay




