Yohanes 15:7
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Membaca ayat ini, banyak orang merasa bebas meminta apa saja kepada Tuhan dan pasti diberi. Ketika tidak diberi, maka orang menjadi kecewa. Orang merasa tidak nyaman seolah ada yang tak beres. Mungkin juga, tapi tidak selalu.
Mungkin perlu kita kaji ulang. Jangan-jangan pemahaman kita kurang pas, sehingga sering paksakan kehendak.
Setelah tidur nyenyak dan kesiangan bangun karena tidur pulas, dalam saat teduh saya pagi ini, saya melihat dan memikirkan ayat ini dari hal yang mungkin berbeda, yakni:
- Penekanan ayat ini bukanlah apa yang Allah akan beri, tetapi ditekankan bahwa saya harus tetap tinggal dalam Yesus. Sebab tinggal dalam Yesus saya aman.
- Jika saya tinggal dalam Yesus, saya tidak akan meminta sembarangan. Saya akan meminta sesuatu dalam koridor Allah sebagai Bapa, dan saya sebagai anak-Nya. Artinya adalah: Allah berdaulat sepenuhnya atas saya. Terserah Allah apa yang akan Dia perbuat kepada saya. Bukan saya yang suka-suka.
- Ketika Allah tidak memberi apa yang saya minta, Allah TETAP BENAR. Saya akan TETAP AMAN, sebab jaminan saya hidup bukan kepada apa yang akan Dia beri, tetapi saya aman karena saya tetap tinggal di dalam Dia.. itu jaminannya. Sesungguhnyalah Allah selalu saja memberi apa yang lebih indah… Dia beri apa yang tidak saya minta, dan ukurannya bukan keinginan.
- Sekalipun Allah tidak beri apa yang saya mau, bukanlah berati saya tidak beriman, Bukan berarti saya kurang iman. Iman bukanlah apa yang akan Allah beri, namun iman berfokus dan bermakna apa yang Allah akan lakukan sesuai kehendak dan rencana-Nya. Saya akan damai dan bahagia jika saya ada dalam rencana-Nya itu, walaupun penuh tantangan.
Terpujilah Tuhan Yesus ! !
Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.
Allah menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by congerdesign from Pixabay




