Bekal-bekal Hidup

Viewed : 1,066 views

RENUNGAN
Matius 10:9-10
Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Tuhan Yesus menyuruh murid-murid-Nya pergi membawa kabar baik tanpa membawa bekal apa-apa.
Apakah bekal tidak perlu ketika kita pergi membawa kabar baik?

Tentu saja kita perlu bekal dalam setiap rencana dan upaya kita membawa kabar keselamatan kepada setiap orang. Kita butuh sarana dan fasilitas juga. Namun jangan sampai bekal yang kita pikirkan menghambat kita untuk pergi.

Kita mungkin disibukkan dengan pencarian bekal-bekal setiap hari, tetapi kita tidak pernah pergi atau berbuat sesuatu sebagai tanda keikutsertaan kita mengabarkan kabar keselamatan.

Jangan-jangan kesibukan mencari bekal-bekal itu malah menjadi semacam alasan bagi kita lupa berperan sebagai anggota agen Tuhan di muka bumi ini. Kita akhirnya hanyalah berstatus sebagai agen lain saja yang menjalankan kepentingannya di dunia ini… yang tidak ada kaitannya dengan Amanat Kristus.

Marilah kita kembali merenungkan untuk apa kita ada dalam kesementaraan kita di dunia singkat ini. Kita dipersilahkan mencari bekal-bekal hidup, tetapi jangan kita lupakan bahwa kita adalah anggota agen Tuhan untuk bercerita dan bersaksi tentang kabar keselamatan yang telah kita terima dari Dia.

Oleh sebab itu walau bekal-bekal hidup kita terasa belum memadai dan terasa sedikit dan kurang, namun tetaplah dan teruslah berbuat sesuatu untuk Amanat-Nya. Sebab bekal utama kita sudah ada yaitu kuasa dan penyertaan-Nya.

Dengan berbekal kuasa dan penyertaan Allah, murid-murid Yesus disuruh pergi menceritakan kabar keselamatan… dan perintah itu tetap berlaku buat kita hingga kini sampai akhir zaman.
Begitukah keyakinan kita ?….
SEMOGA…

Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments