RENUNGAN
2 Tesalonika 3:3
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
Kepada siapa kita setia?
Apa artinya kesetiaan kita?
Apa yang kita lakukan sebagai bentuk kesetiaan kita?
Alkitab banyak mengungkapkan dan menyatakan bahwa Tuhan adalah setia.
Dalam kesetiaan-Nya, Dia tidak hanya memberi kebaikan yang kita rasakan yang nampak oleh mata saja, namun Dia senantiasa beserta kita. Dia ada di hati kita. Dia memihak kepada kita. Kita dibela-Nya. Tuhan memberi diri-Nya. Itulah arti kesetiaan Allah.
Keyakinan bahwa Allah setia, membuat kita merasa aman. Ada damai serta sukacita di hati. Meski mungkin kita berada dalam situasi sulit dan “tidak beruntung”, namun kita tetap memiliki perasaan tenang. Mental kita kuat. Hidup berkemenangan.
Adalah wajar dan patut bagi kita untuk terus berupaya meningkatkan kekuatan ekonomi, kekuatan fisik, meningkatkan posisi dan pangkat serta jabatan. Namun janganlah lupa untuk menguatkan hati, sebab disinilah sesungguhnya kekuatan kita. Kekuatan dan keteguhan timbul dari keyakinan kita bahwa Allah setia. Kesetiaan Tuhan menjaga dan memelihara kita.
Dengan meyakini Allah setia, maka marilah kita juga sama sepertia Dia untuk terus belajar setia:
Setia kepada Allah…
Setia terhadap panggilan…
Setia terhadap pasangan…
Setia melayani…
Setia kepada negara dan pemerintah…
Setia melakukan apa yang baik…
Dan sebagainya…
Selamat berlibur…
Selamat berakfitas…
Selamat melayani…
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




