Meskipun rumah-NYA retak, namun ambang pintunya tetap terbuka; menanti anak durhaka kembali pulang ke dalam dekapan Sang BAPA. Entahlah! Namun getar ceritanya mustahil dielakkan. Apakah sang penulis sengaja berniat agar daku—sang pembaca yang melintasi ribuan musim kemudian—tak melewatkan pesan rahasianya? Sebuah hikayat memang menyimpan selaksa makna; mungkin di sanalah letak maksud murni sang empunya cerita….