Lukas 6:31
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
Mungkin ada di antara kita yang suka menepuk bahu teman sebagai pernyataan persahabatan dan keakraban. Tentu ini wajar. Namun ada seorang teman tidak senang jika ditepuk bahunya. Maka dia juga tidak pernah menepuk bahu temannya.
Sejalan dengan itu ada ungkapan yang berkata bahwa bila kita tidak suka dicubit, janganlah mencubit orang lain.
Tentu kita setuju bahwa kita tidak suka disakiti oleh siapapun. Karena itu janganlah menyakiti hati orang lain. Hal ini penting kita ingat agar kehadiran dan keberadaan kita di manapun tidak menyusahkan apalagi menyakiti orang lain… JANGAN!
Sebaliknya seperti apa yang dikatakan Yesus yaitu agar kita melakukan apa yang kita ingin orang lain lakukan kepada kita.
Pada dasarnya orang ingin dilayani, maka hiduplah dengan hati melayani. Orang ingin dipuji, sebab itu berilah pujian yang wajar. Orang ingin diperjuangkan haknya, karena itu bila memungkinkan bantulah orang memperoleh haknya. Umumnya orang ingin didengar, maka jadilah pendengar yang baik.
Bila ada orang yang ingin kita perbuat sesuatu kepadanya, lakukanlah selama kita memang bisa; terlebih bila keinginannya itu adalah sesuatu yang positif dan membangun.
Hidup ini sebetulnya simpel dan sederhana saja caranya untuk membuat banyak teman yaitu dengan membangun jembatan persahabatan. Hanya saja sering sulit karena kita masih saja berada dalam sifat alami kita yaitu lebih melihat dan lebih suka memperhatikan diri sendiri.
Mari mulai lagi hari ini kehidupan kita dengan berbagai aktivitas. Jangan lupa untuk membina hubungan baik dengan semua orang. Dengan sabda Yesus dalam Lukas 6:31 di atas, rasakanlah dan nikmatilah hubungan baik dengan semua orang melalui tindakan positif.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




