Kita Adalah Gereja

Viewed : 408 views

Kisah Para Rasul 11:26
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Sangat banyak gereja dengan tata cara kebaktian yang berbeda-beda dan bervariasi. Kristen menjadi sebuah agama. Agama Kristen adalah salah satu agama yang diterima, diakui, dan disyahkan di Indonesia.

Kita patut bersyukur karena Tuhan memakai gereja-Nya untuk membuat orang Kristen bertumbuh mengenal Yesus. Hanya saja kita diingatkan kembali bahwa Kristen adalah sebutan. Bukan sebutan itu yang penting, tetapi bagaimana kita menjadi pribadi yang sedemikian, sehingga memang sebutan itu pas dan cocok untuk kita; bahwa kita telah lahir baru dan terus bertumbuh menjadi murid Yesus yang setia dan taat.

Sangat menarik syair sebuah lagu sekolah minggu:
Gereja bukanlah gedungnya
Dan bukan pula menaranya
Bukalah pintunya
Lihatlah isinya
Gereja adalah orangnya

Kita yang percaya kepada Yesus adalah orang Kristen. Kita adalah gereja.

Tentu penting membangun gedung gereja dan bangunlah sebesar-besarnya kalau jemaat mampu untuk membangunnya sebagai sarana untuk bersekutu dan memuji Tuhan. Sejalan dengan itu kita harus sepakat bahwa asset utama adalah manusia.

Di beberapa negara ada banyak gereja besar. Kagum kita melihatnya. Tetapi di mana orangnya? Gereja besar dan indah tersebut menjadi tempat turis. Orang di dalamnya kebanyakan adalah pengunjung untuk berfoto ria. Ketika melihat masuk ke dalam, tidak ada pujian dan penyembahan di dalamnya. Jangan-jangan orang-orang yang dulu membangun gereja itu sedih karena gereja yang mereka bangun telah berubah fungsi.

Beberapa gereja yang dulu dibangun bertujuan menarik orang kepada Yesus, kini berubah menjadi menarik orang ke dalamnya untuk kagum akan kebesaran gedungnya… bukan mengagumi Tuhan.

Seperti itu bisa terjadi bagi setiap gereja jika fokus kita bukan kepada manusia, tetapi semata-mata kepada gedung.

Betapa sering orang yang berkebaktian di tempat lain menceritakan betapa besarnya gereja yang dia kunjungi, lengkapnya alat musiknya, bagusnya mimbarnya, indahnya toga pendetanya, banyaknya orang kebaktian di situ, ruangannya yang nyaman, dan sebagainya.

Akan tetapi pertanyaannya yang penting adalah apakah jemaat bertumbuh di situ?
Berapa banyak yang sedia dan setia melakukan Amanat Agung Kristus sehingga banyak petobat baru mengalami perjumpaan dengan Kristus?
Apakah pemimpinnya memiliki dan menjalankan visi ke depan?
Berapa banyak anak generasi muda yang disiapkan menjadi pemimpin masa depan gereja?
Kiranya jangan sampai hal ini terlupakan.

KEGAGALAN kita sebagai orang Kristen sering adalah berjuang untuk disebut-sebut, dan lupa atau lalai atau enggan melakukan apa yang disuruh Tuhan.

Kita harus kembali kepada tujuan yang seharusnya yaitu untuk apa gereja dibuat dan diijinkan Tuhan ada? Biarlah kita menjawabnya dengan berkata bahwa tujuannya adalah mengemban Amanat Agung Kristus.

Mari kita berharap dan berdoa agar setiap gereja bukan sekedar menjadi sarana tempat piknik orang untuk berfoto-foto, tetapi lebih kepada bergema menyuarakan HATI ALLAH

Selamat HariMinggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus beserta kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Llama 4 on Meta AI

Comments

comments