Perasaan Puas & Bahagia Hanya Ada di Dalam Tuhan

Viewed : 369 views

1 Yohanes 5:4
Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Menjadi apapun kita dan dalam situasi apapun posisi kita, selalu saja ada sisi susahnya. Tercapainya apa yang diinginkan sering malah bisa membawa kesulitan tersendiri. Terlebih bila apa yang diinginkan tidak tercapai, maka susahnya berlipat ganda.

Jika hidup dan sistim nilai kita bergantung kepada nilai-nilai dunia ini, kita tidak akan pernah merasa puas dan berkata ”cukup”. Senantiasa ada kurang dan ketidakpuasan.

Perasaan puas dan bahagia hanyalah mungkin dirasakan bila seseorang meletakkan harapannya di dalam Tuhan. Di dalam Tuhan ada kebahagiaan sejati dan di situlah manusia menemukan arti hidup sesungguhnya.

Di luar Tuhan manusia akan selalu mencari-cari dan meski yang dicari itu diperoleh, rasa senangnya sering tidak bertahan lama… tidak memberi kepuasan sempurna. Akan muncul lagi keinginan baru.

Ada orang mengatakan memang perlu seperti ini supaya manusia tidak berpuas diri lalu berhenti. Agar manusia selalu berinovasi.

Betulkah?

Tentu masing-masing kita memiliki pendapat yang mungkin sama dan mungkin pula berbeda.

Kenyataannya, jika yang dicari-cari tidak diperoleh, manusia mungkin mencuri… mencuri kehormatan diri… mencuri perhatian… mencuri sesuatu yang mestinya bukan untuknya.

Kita memang haruslah berpikir maju ke depan. Kita harus berjuang dan berupaya keras. Kita harus profesional dalam bidang kita masing-masing. Akan tetapi kalau bukan di dalam Tuhan dasarnya, manusia dengan segala perolehannya akan semakin haus lagi dan bahkan dapat membawa kesulitan baru; dapat membawa kejenuhan dan kesepian. Atau boleh jadi takut kehilangan dengan apa yang telah diperoleh.

Dalam hal ini, kesulitan utama adalah menaklukkan diri sendiri yang penuh dengan segala keinginannya. Musuh besar kita sering bukanlah siapa-siapa, tetapi diri kita sendiri.

Kita dapat menaklukkan diri kita bila mendekat kepada Tuhan. Iman yang bertumbuh membuat kita hidup berkemenangan. Bersama Tuhan kita akan memiliki cara pandang baru terhadap diri sendiri dan terhadap dunia ini.

Pengenalan yang benar kepada Allah membuat kita dapat berdamai dengan diri sendiri dan menerima diri apa adanya. Hidup kita akan menjadi berkat bagi orang lain.

Selamat berlibur.
Selamat beraktivitas.
Selama melayani.

Tuhan memberi kita kekuatan dan kemenangan atas hidup ini. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments