Matius 11: 28
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Ketika sebuah batu kecil dilemparkan ke permukaan air dalam kolam, akan terjadi riak gelombang yang pusatnya titik jatuhnya batu kecil itu.
Bagaimana cara agar riak gelombang tersebut berhenti?
Dapatkah dihentikan dengan memegang permukaan air itu?
Apabila tangan disentuhkan ke air dengan maksud untuk menghentikannya, akan bermunculan riak gelombang baru di permukaan air. Semakin berusaha menyetop, maka akan semakin banyak gelombang tak karuan bermunculan.
Cara paling baik adalah tunggu saja dengan sabar. Butuh waktu. Pada akhirnya gelombang tersebut akan berhenti sendiri.
Bila kita menghadapi suatu tantangan, dapat muncul riak gelombang khawatir, ketakutan dan cemas. Membuat pikiran tidak tenang. Pusat ketidaktenangan adalah sumber tantangan yang dialami.
Sering sekali cara kita mengatasinya tidak benar, sehingga masalah tidak hilang, malah muncul masalah baru.
Tentu saja harus diatasi masalah kita. Pakai juga pikiran dan akal sehat kita. Namun bila kita bersikap tenang… membuka hati dan menyerahkan beban kita kepada Allah serta mempersilahkan Dia bertindak dengan cara-Nya, akan membuat hati dan pikiran kita menjadi tenang.
Sebaliknya sering terjadi: semakin dikotak-katik beban pikiran kita dengan cara kita sendiri, kita tidak menemukan jalan keluar yang tepat. Kita menemukan jalan buntu.
Oleh sebab itu, bila ada pergumulan berat, yang pertama dilakukan adalah datanglah kepada Tuhan. Allah bekerja. Bagian kita selanjutnya adalah melakukan dan mengupayakan apa yang terbaik yang dapat dilakukan.
Percayalah kepada firman-Nya. Taat sepenuhnya. Yakinlah dan percayalah bahwa persoalan kita akan selesai. Ingatlah perkataan sejuk dan lembut Tuhan Yesus yang berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Selamat beraktivitas.
Selamat bekerja.
Selamat belajar.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using Llama 4 on Meta AI




