Mazmur 103:2-4
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.
Dengan apa seseorang dapat merasa tersentuh hatinya?
Salah satu adalah jika ia dihargai dengan memberi dukungan dan perhatian yang tulus. Itu natur manusia.
Bagaimana dengan Tuhan?
Allah tidak berubah oleh apapun. Tidak ada yang dapat membuat penurunan kemuliaan Tuhan. Itu jati diri-Nya. Akan tetapi pujian dan rasa hormat yang berkenan kepada Allah sungguh dapat menyentuh hati-Nya.
Di sisi lain, sesungguhnya pujian kepada Allah berdampak besar bagi kita sendiri. Kita merasa damai, nyaman, dan bersukacita bila kita memuji Dia dengan segenap hati.
Pujian yang dinaikkan kepada Allah dapat merubah hati manusia yang keras menjadi lembut. Karena itu pujilah Dia!
Pujian yang tulus datang dari orang-orang yang mau belajar merendahkan hatinya di hadapan manusia, terlebih di hadapan Allah.
Mazmur 103:2-4 di atas seharusnya merupakan ungkapan hati kita; betapa kita dengan segenap hati rindu memuji Tuhan dalam setiap situasi kita. Kita selalu ingat kebaikan-Nya. Allah telah menebus hidup kita dari lubang kubur. Dia juga memahkotai kita dengan kasih setia serta rahmat-Nya.
Puji Tuhan!
Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati dan menyertai kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using Llama 4 on Meta AI




