Bagian Yang Terbaik, Yang Tidak Akan Diambil Dari Padanya

Viewed : 415 views

Sahabat yang terkasih,

Tahun yang sudah berlalu dan tahun baru telah menjelang, dengan segala harapan dan cita-cita. Tetapi tidakkah Sahabat ketahui, bahwa yang terbaik telah diberikan kepada Saudara.

Yang terbaik adalah Kristus, Dialah jaminan yang sejati.

*

Deru perang di berbagai tempat, dan setiap negara seolah sedang mengasah pisaunya untuk siap siaga terhadap kemungkinan terburuk.

Berbagai ketidakpastian sosial politik melanda berbagai negara, diantara anak bangsa mulai bergejolak dengan berbagai konflik yang menyertainya.

Belum lagi bayang-bayang krisis ekonomi yang mulai menghantui berbagai negara di dunia ini, yang imbasnya bisa kemana saja.

Bencana alam yang terjadi di berbagai tempat semakin meneguhkan bahwa dunia ini bukanlah tempat yang aman.

Lautan api di Los Angeles yang mengawali tahun 2025 ini membuat saya berpikir tentang kefanaan dunia ini dengan segala gemerlapnya.

Jikalau segala sesuatu di dalam hidup ini akan diuji oleh api, apa yang akan tinggal tersisa? Kecuali emas yang akan semakin dimurnikannya, sisanya akan habis terbakar.

⁠I Korintus 3:11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 3:12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu

Belum lagi berbagai persoalan pribadi yang menghantui; sakit-penyakit, konflik, hubungan dengan pasangan, pekerjaan, masalah keuangan, depresi, ketidakberdayaan dan lain sebagainya.

Hal apa yang bisa menjadi dasar kita berpijak menghadapi segala turbulensi kehidupan ini, sehingga kita tetap berdiri kokoh di dalam iman.

Hal ini mengajak kita untuk berhenti merenung sejenak, apa sebenarnya yang membuat merasa aman di tengah situasi seperti ini?

Apa yang sedang kita bangun, ketika semuanya akhirnya akan diuji?


*

Situasi ini membuat diri saya tersungkur untuk berlutut di hadapan Allah, sungguh memohon belas kasihan Allah yang dapat menopang hidup kita yang sangat rapuh ini ditengah banyak prahara kehidupan ini. Supaya hidup kita diletakkan pada dasar yang seharusnya, dan dibangun dengan seksama tegak lurus kepada kebenaran2 Nya.

Kita perlu menguji hidup kita, “ujilah aku Tuhan” , demikian seruan doa Daud dihadapan tahta kesucianNya, “karena Ia menyukai kebenaran di dalam batin”, demikian kita diajak menyelami batin kita, “hati yang hancur tidak Engkau pandang hina” , sebab Allah menghendaki kehancuran hati kita, supaya mengalami “kasih karunia demi kasih karunia” dari Allah.

Barangkali kita meletakkan aman bukan pada Dia, tetapi pada apa yang kita miliki, pada kekayaan, pada karier, atau pada apa pun selain Tuhan.

Kisah di dalam Injil adalah kisah sukacita mereka yang mengalami jamahan, mujizat, kasih dan penerimaan, pengampunan, campur tangan dan jawaban dan penyertaan Allah di dalam kehidupan mereka. Sehingga kita bisa mengatakan “hanya dekat Allah saja kiranya aku tenang”, karena Dia yang menopang kita dari “kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Saya teringat teguran Tuhan Yesus kepada Marta, “ Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Semoga kita semua dapat memilih “ bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”.

⁠Mazmur 91:14″Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. 91:15Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 91:16Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

Amin.
Teja/16 Jan 2025

Teja adalah suami dari Titin, ayah dari Kasih dan Anugrah.

Comments

comments